BPBD Tidore Imbau Warga Siaga Hadapi Kekeringan dan Karhutla

  • 01 Sep 2026 21:53 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih seiring kondisi iklim yang cenderung kering dan menurunnya curah hujan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi fenomena El Niño yang dapat memicu kondisi kering dan meningkatkan risiko kekeringan berkepanjangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, meminta masyarakat melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini.

“Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, memaksimalkan penampungan air, serta menjaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran,” ucap Kalak BPBD Tidore.

Selain ancaman krisis air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diingatkan tidak membuka lahan, membersihkan kebun, maupun membuang sampah dengan cara dibakar.

BPBD juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan hutan, semak belukar, dan lahan yang kering karena berpotensi memicu kebakaran.

Di sektor pertanian, para petani diimbau menyesuaikan pola tanam dengan memilih tanaman yang lebih mampu bertahan dalam kondisi cuaca kering, termasuk komoditas palawija. Perbaikan saluran irigasi juga dinilai penting untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian.

Untuk memperkuat pencegahan, BPBD meminta masyarakat mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta melakukan patroli karhutla di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Setiap kejadian titik api, krisis air bersih, maupun dampak kekeringan lainnya diharapkan segera dilaporkan kepada RT/RW, pemerintah desa atau kelurahan, maupun instansi terkait.

Untuk laporan dan informasi darurat, masyarakat dapat menghubungi 0813 8274 4481 (Soleman Sangaji).

Selain upaya mitigasi, Ia juga mengajak umat Muslim melaksanakan Sholat Istisqa, yakni sholat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan ketika menghadapi kondisi kekeringan.

Muhammad Abubakar juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bersama diperlukan untuk mengurangi risiko bencana, menjaga ketersediaan air bersih, serta melindungi keselamatan masyarakat selama periode cuaca kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....