Sampah Plastik di Ternate Masuk Tahap Darurat Trash Hero Soroti kesadaran
- 19 Mei 2026 14:07 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Ternate - Permasalahan sampah plastik di Kota Ternate dinilai semakin mengkhawatirkan. Komunitas lingkungan Trash Hero menyebut kondisi persampahan di kota ini sudah berada pada tahap “cukup emergency” akibat tingginya volume sampah yang berserakan di ruang publik hingga kawasan pesisir.
Dalam dialog di Pro 1 RRI Ternate, pegiat Trash Hero, Muhammad Asagaf mengatakan, sampah plastik menjadi persoalan serius yang hampir setiap hari ditemukan di berbagai titik kota, mulai dari kawasan pasar, permukiman hingga area publik.“Kalau kita lihat kondisi sekarang memang cukup parah. Sepanjang jalan dan beberapa area publik masih banyak sampah berserakan. Setiap kami melakukan aksi bersih, itu selalu ditemukan,” ujarnya.
Menurutnya, hanya dalam waktu satu jam aksi bersih yang dilakukan tiga orang anggota TrashHero, sampah plastik yang terkumpul bisa mencapai lebih dari 10 kilogram. Padahal, sampah plastik disebut hanya sekitar 20 persen dari total komposisi sampah secara umum. Trash Hero sendiri telah rutin melakukan kegiatan clean up sejak Oktober 2024 dan kini sudah memasuki pekan ke-58. Aksi bersih dilakukan di berbagai area publik seperti pesisir pantai hingga kawasan kuliner.
Muhammad Asagaf mengungkapkan, beberapa wilayah juga mulai menyampaikan keluhan terkait persoalan sampah yang sulit ditangani. Di antaranya kawasan Mangga Dua, Tidore hingga Pulau Hiri. “Volume sampah di Ternate memang besar. Hampir 100 ton sampah per hari diangkut ke TPA. Sementara sistem pengelolaan kita masih open dumping,” katanya.
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan yakni kantong plastik, sedotan, botol minuman dan stereofoam, terutama di kawasan kuliner dan pesisir pantai. Sampah-sampah tersebut dinilai berdampak serius terhadap lingkungan laut dan keselamatan transportasi laut.
Ia mencontohkan, beberapa kasus baling-baling speedboat yang tersangkut sampah plastik maupun jaring bekas menjadi ancaman nyata bagi keamanan pelayaran. “Selain mikroplastik yang berdampak pada kesehatan, sampah plastik juga mengganggu keamanan transportasi laut karena sifatnya terapung,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan sampah di Ternate tidak hanya disebabkan perilaku masyarakat, tetapi juga lemahnya sistem pengelolaan, infrastruktur dan edukasi lingkungan.
Ia menilai kebiasaan masyarakat menggunakan kemasan praktis sekali pakai turut menyumbang peningkatan volume sampah. Meski pemerintah telah mulai membatasi penggunaan kantong plastik di sejumlah ritel modern, kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama. “Masalah ini tidak tunggal. Ada faktor budaya, regulasi, infrastruktur dan edukasi. Empat hal ini harus berjalan bersamaan,” katanya.
Tras Hero juga mendorong pemerintah memperluas aturan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, termasuk di restoran dan pusat kuliner, serta memperbanyak fasilitas tempat pembuangan sementara yang disertai sistem pemilahan sampah dari sumbernya.
Selain aksi bersih, komunitas ini juga aktif melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dasar dan menengah. Beberapa sekolah bahkan mulai menerapkan larangan membawa botol air minum sekali pakai dan mewajibkan siswa membawa tempat makan sendiri dari rumah.
Muhammad Asagaf menilai edukasi sejak usia dini menjadi langkah paling efektif untuk membentuk budaya minim sampah di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Kalau anak-anak sudah terbiasa memilah sampah dan mengurangi plastik, dampaknya bisa sampai ke rumah dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, pendengar asal Madiun, Subiono turut membagikan pengalaman pengelolaan sampah di daerahnya yang menerapkan sistem denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat RT dengan dukungan aturan, himbauan rutin hingga keteladanan aparat lingkungan.
Menanggapi hal itu, Trash Hero menilai Kota Ternate perlu mulai membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas dari tingkat RT dan kelurahan agar kesadaran masyarakat dapat tumbuh secara kolektif
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....