MUI Maluku Utara Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Nabi

  • 26 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID,Ternate - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Utara mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Maluku Utara, Dr. H. Samlan H. Ahmad, Sekretaris MUI Maluku Utara, Dr. Makbul A.H.din, M.Si., dan Ketua Komisi Dakwah MUI Maluku Utara, Ustaz Basir Ishak, dalam dialog interaktif Ternate Pagi spesial Maulid Nabi Muhammad SAW di pro1 rri Ternate, 25 Agustus 2026.

Ketua MUI Maluku Utara, Samlan H. Ahmad, mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengintegrasikan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW ke dalam kehidupan umat.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan teladan utama atau uswatun hasanah yang dapat dijadikan contoh dalam berbagai aspek kehidupan. Rasulullah juga dikenal sebagai sosok yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

"Sebagai umat Islam, mari setiap saat kita jadikan contoh teladan beliau dan mengarungi hidup ini dengan apa yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Maluku Utara, Makbul Ahadin, menyebut Maulid Nabi memiliki sejumlah hikmah, di antaranya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai persaudaraan, toleransi dan kasih sayang.

Ia menekankan, kecintaan kepada Rasulullah tidak boleh berhenti ketika rangkaian peringatan Maulid selesai. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

"Ketika orang memperingati Maulid dan menumbuhkan rasa kasih sayang, rasa amanah, rasa kejujuran dan sedekah, itu sebenarnya bagian dari menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW," katanya.

Makbul juga mengingatkan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat. Menurutnya, keragaman pandangan, budaya maupun pilihan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.

Ia mengatakan persatuan harus dibangun mulai dari pribadi, keluarga, kelompok hingga komunitas. Dalam konteks kehidupan kebangsaan, nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila menjadi landasan bersama untuk menjaga persatuan.

Ketua Komisi Dakwah MUI Maluku Utara, Basir Ishak, menambahkan bahwa Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menyelesaikan perbedaan secara adil dan bijaksana.

Ia mencontohkan peristiwa peletakan Hajar Aswad yang melibatkan sejumlah kabilah. Rasulullah SAW hadir menawarkan solusi yang memungkinkan seluruh pihak terlibat, sehingga perselisihan dapat diselesaikan tanpa konflik.

Menurut Basir, keteladanan tersebut relevan diterapkan masyarakat Maluku Utara yang hidup dalam keberagaman suku, budaya dan pandangan.

Ia juga mengajak umat untuk tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi menghadirkan kebermanfaatan bagi orang lain sebagai bagian dari semangat rahmatan lil alamin.

Dalam dialog tersebut, para narasumber juga menyoroti pentingnya peran media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan damai dan persatuan. Ketua MUI Maluku Utara menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas dakwah.

Namun, penggunaan media digital dalam berdakwah harus dibarengi ilmu dan keteladanan agar pesan yang disampaikan tidak justru menimbulkan mudarat.

Para narasumber juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kerukunan. Generasi muda diharapkan menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW melalui perilaku sehari-hari, terutama dalam membangun persaudaraan, kepedulian dan toleransi.

Momentum Maulid Nabi 1448 Hijriah pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,tetapi mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat sehingga persatuan dan kerukunan di Maluku Utara semakin kuat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....