Indonesia Siapkan AI Factory Terbesar di Asia Tenggara
- 11 Agt 2026 06:00 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Indonesia bersiap membangun fasilitas komputasi kecerdasan buatan berskala besar yang ditargetkan menjadi terbesar di Asia Tenggara. Proyek tersebut dirancang sebagai fondasi pengembangan teknologi AI sekaligus memperkuat ambisi Indonesia menjadi pusat AI kawasan ASEAN. Fasilitas bernama Zankore itu ditargetkan mulai dibangun pada 2027 melalui kolaborasi sejumlah perusahaan teknologi global dan nasional.
Rencana pembangunan AI Factory ini mencerminkan perubahan kebutuhan komputasi seiring penggunaan kecerdasan buatan yang semakin luas. Berbeda dengan pusat data konvensional, fasilitas tersebut dirancang khusus menangani kebutuhan pengembangan dan pengoperasian AI berskala besar. Infrastruktur itu nantinya mengandalkan kapasitas komputasi tinggi, GPU, layanan GPU as a Service, serta sistem pendukung lainnya.
| Baca juga: Indonesia Masuk Aliansi Standar Halal Dunia |
Kolaborasi pembangunan melibatkan Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA dalam pengembangan infrastruktur komputasi tersebut. Keterlibatan perusahaan teknologi tersebut dinilai memperkuat ekosistem digital Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan layanan AI domestik. Pemerintah melihat kerja sama itu sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi digital Indonesia di masa mendatang.
Fasilitas Zankore ditargetkan mencapai kapasitas komputasi hingga satu gigawatt atau sekitar seribu megawatt dalam tiga tahun. Skala tersebut menempatkan proyek ini sebagai salah satu pembangunan infrastruktur komputasi AI terbesar yang direncanakan kawasan Asia Tenggara. Pengembangan bertahap diperlukan agar kapasitas fasilitas dapat mengikuti pertumbuhan kebutuhan komputasi dari berbagai sektor pengguna teknologi.
Kehadiran AI Factory diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi penggerak pengembangan layanan berbasis AI. Teknologi tersebut berpotensi mendukung kebutuhan pemerintahan, industri, pendidikan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan dukungan infrastruktur domestik, Indonesia berpeluang mengembangkan teknologi AI sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kapasitas komputasi luar negeri.
Pembangunan fasilitas komputasi juga membuka ruang bagi penguatan sumber daya manusia yang memahami teknologi kecerdasan buatan. Ekosistem yang berkembang dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, perguruan tinggi, dan pelaku industri nasional. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan AI berkembang secara produktif, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pemerintah berharap infrastruktur ini mempercepat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan teknologi regional. Nilai strategis AI Factory terletak pada kemampuan menyediakan fondasi komputasi bagi inovasi yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar. Ke depan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mendukung lahirnya lebih banyak solusi AI yang dikembangkan dari Indonesia untuk kebutuhan kawasan.
Pembangunan AI Factory menjadi bagian dari langkah Indonesia memperkuat fondasi teknologi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan global. Jika terealisasi sesuai target, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu simpul penting ekosistem AI Asia Tenggara. Indonesia kini tidak hanya bersiap menjadi pengguna teknologi, tetapi juga membangun kapasitas untuk menciptakan inovasi AI sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....