Gaya Hidup Sehat dalam Ajaran Islam
- 30 Mei 2026 12:52 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Ternate - Gaya hidup sehat tidak hanya menjadi kebutuhan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengatur keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani. Hal tersebut mengemuka dalam jumat mubarak Pro 1 RRI Ternate yang mengangkat tema “Integrasi Gaya Hidup Sehat dalam Ajaran Islam”.Jumat 29 Mei 2026.
Kepala RSUD Kota Ternate, dr. Muhammad Sagaf Asagaf, menjelaskan bahwa Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan secara komprehensif sejak zaman Rasulullah SAW. Menurutnya, kesehatan merupakan nikmat besar yang wajib dijaga dan disyukuri.“Islam memandang kesehatan sebagai nikmat terbesar setelah iman. Karena itu, menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian dari upaya menjaga amanah yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.
Ia menyebutkan sejumlah pilar gaya hidup sehat dalam Islam, di antaranya mengonsumsi makanan halal dan baik (halalan thayyiban), menjaga kebersihan atau thaharah, menjalankan puasa, istirahat yang cukup, berolahraga, menjaga kesehatan mental dan spiritual, serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Menurut dr. Sagaf, pola makan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Islam mengajarkan agar umat tidak berlebihan dalam makan dan minum sebagaimana termuat dalam Al-Qur’an.
“Tubuh membutuhkan gizi seimbang. Perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta batasi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Kebiasaan makan berlebihan dapat memicu berbagai penyakit tidak menular,” katanya.
Selain itu, puasa juga terbukti memberikan manfaat kesehatan. Selain berdimensi spiritual, puasa membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki profil kolesterol, hingga membantu regenerasi sel tubuh.
| Baca juga: Gerakan ASRI Polres Halteng. TNI dan Pemda |
Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Maluku Utara, Ustaz Asep, menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari maqashid syariah atau tujuan utama syariat Islam, khususnya dalam menjaga jiwa (hifzun nafs).“Menjaga kesehatan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga bagian dari menjalankan ajaran agama. Islam mengajarkan kebersihan, pola hidup sehat, serta menghindari segala sesuatu yang dapat membahayakan diri,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak mengonsumsi daging kurban pada momentum Iduladha. Menurutnya, makanan yang halal harus pula memenuhi unsur thayyib atau baik bagi kesehatan.“Boleh mengonsumsi daging, tetapi tidak berlebihan. Prinsip Islam jelas, makan dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, narasumber juga menyoroti bahaya penggunaan minyak goreng berulang atau minyak jelantah yang masih banyak digunakan pedagang makanan. Dr. Sagaf menjelaskan bahwa minyak yang telah digunakan berulang kali dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga kanker.
Ia mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Balai POM, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan pangan.
Menjawab pertanyaan pendengar mengenai kesehatan lahir dan batin, kedua narasumber sepakat bahwa kesehatan harus dipandang secara holistik. Kesehatan fisik perlu diimbangi dengan kesehatan mental dan spiritual melalui ibadah, zikir, pengendalian emosi, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis.
Di akhir dialog, dr. Sagaf mengingatkan bahwa Islam merupakan pedoman hidup sehat yang paripurna. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW agar manusia menjaga kesehatan sebelum datang masa sakit.“Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu. Karena ketika sehat, kita memiliki kesempatan untuk beribadah, bekerja, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....