Petani Muda Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Maluku Utara

  • 26 Jun 2026 18:14 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID,Ternate Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan di Provinsi Maluku Utara. Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif RRI Ternate bertema “Pangan dan Petani Muda Maluku Utara yang menghadirkan akademisi dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Khairun, Kamis, 18 Juni 2026

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Fakultas Pertanian Universitas Khairun, Aksan Sadikin Nurdin mengatakan Maluku Utara memiliki potensi besar dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, keberagaman pangan lokal seperti sagu, singkong, pisang, dan umbi-umbian menjadi modal utama yang perlu dikembangkan.

“Maluku Utara memiliki kekayaan biodiversitas pangan lokal yang sangat besar. Selain itu, kondisi tanah vulkanik di sejumlah wilayah juga memberikan unsur hara yang baik bagi pertumbuhan tanaman,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai tantangan utama yang dihadapi daerah kepulauan seperti Maluku Utara adalah persoalan aksesibilitas dan distribusi logistik antarpulau yang masih cukup tinggi.

Menurut Aksan, persoalan lain yang juga menjadi perhatian ialah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Kehadiran sektor pertambangan yang membuka banyak lapangan kerja disebut turut memengaruhi minat anak muda untuk mengelola lahan pertanian. "Petani muda saat ini semakin berkurang. Banyak yang lebih tertarik bekerja di sektor lain sehingga perlu ada upaya serius untuk mengembalikan minat generasi muda ke dunia pertanian,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden BEM Fakultas Pertanian Universitas Khairun, Rusdan Latawan menilai profesi petani tetap memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan pengembangan pertanian modern dapat menjadi solusi untuk menarik minat generasi muda, terutama melalui penggunaan teknologi seperti hidroponik dan pendekatan smart farming. “Kalau anak muda difasilitasi dengan teknologi modern, pelatihan, dan dukungan pemerintah, tentu minat terhadap pertanian akan meningkat,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut juga dibahas pentingnya penerapan teknologi pertanian seperti irigasi tetes, pemanfaatan Internet of Things (IoT), hingga penggunaan alat modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian.Selain itu, peran perguruan tinggi dinilai penting dalam mendukung pengembangan sektor pangan melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Para narasumber menekankan bahwa upaya mewujudkan kedaulatan pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, penyuluh pertanian, mahasiswa, hingga masyarakat. "Pangan adalah kebutuhan mendasar. Menjaga petani sama halnya dengan menjaga keberlangsungan negara,” kata Rusdan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....