Mahasiswa Unkhair Ciptakan “Brikopala” Inovasi Briket Aromaterapi

  • 11 Jun 2026 06:48 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Kreativitas mahasiswa kembali melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Tim mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate berhasil mengembangkan Brikopala Aromaterapi, sebuah produk briket berbahan dasar limbah batok kelapa muda yang dipadukan dengan aroma sereh sebagai pengharum alami. Selasa , 9 Juni 2026.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam program dialog RRI Ternate dan menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yang sedang mereka jalankan. Produk ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap banyaknya limbah batok kelapa muda yang sering ditemukan menumpuk di berbagai lokasi penjualan kelapa muda di Kota Ternate.

Ketua tim, Zulham, menjelaskan bahwa ide pengembangan Brikopala berawal dari analisis permasalahan lingkungan yang ada di sekitar mereka. Limbah batok kelapa muda yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memiliki fungsi aromaterapi.

“Awalnya kami melihat banyak limbah batok kelapa muda yang berserakan. Dari situ kami berpikir bagaimana limbah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, proses penyusunan proposal hingga pengembangan produk dilakukan secara kolaboratif oleh lima anggota tim dengan pendampingan dosen pembimbing, Firman, S.Pd., M.T.. Meski menghadapi tantangan koordinasi karena lokasi anggota tim yang berbeda-beda, semangat kerja sama menjadi kunci keberhasilan mereka.

Salah satu anggota tim, Maulana, mengaku awalnya tidak menyangka batok kelapa muda yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dapat diolah menjadi produk inovatif.“Sebelumnya saya hanya tahu batok kelapa untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah melakukan riset, ternyata bisa dikembangkan menjadi produk briket aromaterapi yang memiliki nilai tambah,” katanya.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Siti, menilai pengalaman paling berkesan selama proses pengembangan produk adalah kerja sama tim yang terjalin meski harus menghadapi kendala jarak dan waktu.“Lokasi kami berbeda-beda, ada yang di Sasa, Gambesi, hingga Koloncucu. Tantangan terbesar memang koordinasi, tetapi itu justru menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujarnya.

Brikopala dirancang dalam bentuk briket bulat menyerupai donat dengan kemasan yang praktis dan menarik. Produk ini juga diklaim memiliki keunggulan karena tidak mudah meninggalkan noda atau kotoran saat digunakan.Untuk strategi pemasaran, tim telah menyiapkan dua metode, yakni pemasaran melalui media sosial dan penjualan langsung kepada masyarakat. Mereka juga berencana memperkenalkan produk tersebut melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Ternate.

“Kami akan memanfaatkan media sosial, bekerja sama dengan pelaku usaha yang membutuhkan produk sejenis, serta membuka lapak saat Car Free Day agar masyarakat bisa mengenal produk kami,” kata Zulham.

Dalam sesi dialog, pendengar RRI, Rima, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa tersebut. Ia berharap produk tidak hanya dikenal di lingkungan kampus, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.“Saya bangga melihat mahasiswa yang mampu menciptakan inovasi seperti ini. Semoga produknya terus berkembang dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah masukan dari masyarakat juga diterima tim, termasuk saran untuk menjalin komunikasi dengan kelompok tani serta mengembangkan varian aroma lain di masa mendatang. Tim mengaku terbuka terhadap berbagai masukan sebagai bahan pengembangan produk.Saat ini Brikopala masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum dipasarkan secara luas. Namun, tim menargetkan produk tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada akhir Juni hingga awal Juli mendatang.

Melalui inovasi ini, para mahasiswa berharap Brikopala tidak hanya menjadi produk kewirausahaan, tetapi juga mampu menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal Maluku Utara.“Semoga produk ini dapat terealisasi dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkarya,” ucap Zulham, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....