Lima Kunci Keamanan Pangan Jadi Rahasia Sukses Kuliner Lokal di Maluku Utara

  • 11 Jun 2026 06:45 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID , Ternate - Keamanan pangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan usaha kuliner lokal sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif bertema “Lima Kunci Keamanan Pangan: Rahasia Sukses Kuliner Lokal” yang menghadirkan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Ternate, Hajah Runi, bersama para Kader Keamanan Pangan, yakni dr. Rima Melati, S.PM.P, Asmia, dan Dr. Yusnaini, S.Pt., M.Sc.

Ketua IPEMI Kota Ternate, Hajah Runi, mengatakan penerapan keamanan pangan merupakan hal mendasar yang harus dipahami dan dijalankan oleh pelaku usaha kuliner, terutama UMKM. Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga menentukan tingkat kepercayaan konsumen terhadap makanan yang dijual.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan standar keamanan pangan secara maksimal, baik dari sisi penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan. Karena itu, edukasi perlu terus dilakukan agar produk kuliner lokal semakin berkualitas dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Rima Melati menjelaskan lima kunci keamanan pangan yang menjadi pedoman bagi masyarakat dan pelaku usaha. Lima kunci tersebut meliputi membeli pangan yang aman, menyimpan pangan secara aman, menyiapkan pangan secara seksama, menyajikan pangan secara aman, serta menjaga kebersihan dalam seluruh proses pengolahan makanan.

Menurutnya, penerapan lima kunci tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi pangan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga keracunan makanan.“Keamanan pangan harus dimulai sejak bahan baku dibeli hingga makanan disajikan kepada konsumen. Ini penting bukan hanya bagi industri makanan, tetapi juga bagi rumah tangga,” jelasnya.

Sementara itu, Kader Keamanan Pangan sekaligus pelaku usaha, Asmia, menegaskan bahwa setiap pelaku usaha wajib memahami prosedur keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ia menjelaskan bahwa proses produksi makanan harus dilakukan secara higienis, mulai dari kebersihan pekerja, penggunaan alat pelindung seperti celemek dan penutup kepala, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses produksi.“Pangan yang diproduksi harus benar-benar steril. Semua tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan harus mengikuti aturan agar produk yang dihasilkan aman untuk masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Yusnaini menjelaskan pentingnya memilih bahan pangan yang berkualitas dan memperhatikan cara penyimpanannya. Ia mengingatkan masyarakat agar membeli bahan pangan di tempat yang bersih, memeriksa kondisi fisik bahan makanan, serta memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahaya kontaminasi biologis, kimia, dan fisik yang dapat terjadi selama proses pengolahan makanan.

“Kontaminasi bisa berasal dari bakteri, bahan kimia berbahaya, maupun benda asing seperti rambut atau serpihan lainnya. Karena itu, kebersihan alat dan lingkungan produksi harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, para narasumber juga menyoroti penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan, seperti pewarna tekstil Rodamin B dan Metanil Yellow yang masih ditemukan pada sejumlah produk makanan. Penggunaan bahan berbahaya tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sebagai langkah awal, para Kader Keamanan Pangan yang baru dibentuk di Maluku Utara akan fokus melakukan edukasi kepada masyarakat, pelaku UMKM, sekolah, mahasiswa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.Dr. Rima Melati mengatakan edukasi menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang aman.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi di berbagai wilayah di Kota Ternate. Harapannya masyarakat tidak hanya memilih makanan yang menarik secara tampilan, tetapi juga aman dan sehat untuk dikonsumsi,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan BPOM dan berbagai pihak, termasuk media massa, para kader berharap penerapan lima kunci keamanan pangan dapat semakin luas dipahami masyarakat sehingga mampu mendukung pengembangan kuliner lokal yang sehat, aman, dan berdaya saing di Maluku Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....