Lahan RRI Disulap Jadi Sentra Sayuran, KPKNL Ternate Jadikan Pilot Project Daerah
- 22 Jun 2026 09:55 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Sebanyak 20 petani yang memanfaatkan lahan milik RRI Ternate di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate, mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Hasil Pertanian, Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong optimalisasi lahan yang belum termanfaatkan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Maluku Utara.
Selain para petani, kegiatan tersebut juga dihadiri ratusan pejabat dan pegawai dari sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Maluku Utara. Mereka berkesempatan meninjau langsung lahan pertanian yang dikelola petani di kawasan pemancar RRI serta melihat perkembangan berbagai komoditas pangan, khususnya sayur-mayur, yang telah berhasil dibudidayakan selama beberapa tahun terakhir.
Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate, Umardani Yusuf Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan model pemanfaatan lahan kosong yang produktif kepada pemerintah daerah. Menurutnya, lahan milik negara yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
"Hari ini kami mengajak para petani penggarap untuk terus mengoptimalkan lahan milik RRI yang cukup luas dan sangat potensial untuk pertanian. Kami juga mengundang para pejabat dan pegawai dari kabupaten dan kota di Maluku Utara agar dapat melihat langsung bagaimana lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini mampu menghasilkan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Umardani berharap pemerintah daerah dapat mengadopsi konsep serupa di wilayah masing-masing. Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan lahan RRI Ternate dapat menjadi contoh dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan komoditas hortikultura dari luar daerah.
Ia menambahkan, Maluku Utara masih membutuhkan pasokan sayur-mayur dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengembangan lahan pertanian produktif dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami berharap komoditas yang ditanam benar-benar memiliki nilai ekonomis dan dibutuhkan masyarakat. Dengan pola seperti yang diterapkan di lahan RRI ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap suplai bahan pangan, khususnya sayuran, bagi masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara secara umum," katanya.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani, KPKNL juga memberikan kemudahan melalui skema pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Salah satunya berupa keringanan tarif sewa lahan sehingga petani dapat lebih leluasa mengembangkan usaha pertanian mereka.

Sementara itu, Ketua Tim Layanan dan Pengembangan Usaha RRI Ternate, Rahmatia, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan pemancar RRI merupakan hasil kerja sama antara RRI dan KPKNL. Lahan seluas kurang lebih lima hektare tersebut kini dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis sayuran yang telah memiliki pasar tetap di Kota Ternate.
Menurut Rahmatia, program pemanfaatan lahan ini telah berjalan selama tiga tahun dan menunjukkan hasil yang positif. Saat ini terdapat sekitar 20 petani yang aktif mengelola lahan dan memasok hasil panen mereka ke sejumlah pasar di Kota Ternate.
"Kami berharap apa yang dilakukan di lahan RRI ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Maluku Utara. Teman-teman yang hadir hari ini dapat melihat langsung bagaimana lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan kini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat," ujarnya.
Rahmatia menambahkan, keberhasilan pengelolaan lahan tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi petani, tetapi juga mendukung upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Ia berharap hasil produksi yang dihasilkan petani dapat terus meningkat sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di Kota Ternate.
Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, RRI Ternate bersama KPKNL berharap semakin banyak lahan kosong yang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjadi model pengelolaan aset negara yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....