BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Masyarakat Umum
- 20 Agt 2026 21:33 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk masyarakat umum. Peluncuran tersebut menjadi langkah baru memperluas pilihan pembayaran domestik yang efisien dan terintegrasi secara nasional. Instrumen ini dihadirkan sebagai fasilitas pembayaran dengan mekanisme penundaan pembayaran atau deferred payment domestik.
Sebelumnya, Kartu Kredit Indonesia hanya diperuntukkan bagi kebutuhan transaksi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kini, instrumen tersebut diperluas sehingga dapat digunakan masyarakat dan korporasi melalui layanan perbankan tersedia. Penggunaannya dapat dilakukan melalui layanan konvensional maupun syariah sesuai produk penyelenggara jasa pembayaran.
Pada tahap awal, Kartu Kredit Indonesia tersedia dalam bentuk kartu digital untuk transaksi menggunakan ekosistem QRIS. Masyarakat nantinya dapat memanfaatkan kartu tersebut melalui QRIS Merchant Presented Mode dan Customer Presented Mode. Selain itu, transaksi juga dapat dilakukan menggunakan fitur QRIS Tap yang mendukung pembayaran secara praktis.
Kehadiran Kartu Kredit Indonesia turut memperkuat upaya Bank Indonesia membangun sistem pembayaran domestik. Instrumen tersebut dirancang agar transaksi berlangsung efisien, prudent, sekaligus terhubung dengan infrastruktur pembayaran nasional. Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai pilihan pembayaran berbasis teknologi digital.
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan KKI menjadi alternatif pembayaran domestik yang efisien. Menurutnya, pengembangan instrumen tersebut juga diarahkan untuk mendukung sistem pembayaran nasional yang semakin terintegrasi. BI bersama industri sistem pembayaran akan terus meningkatkan fitur serta layanan Kartu Kredit Indonesia tersebut.
Pada tahap awal implementasi, terdapat tujuh penyelenggara jasa pembayaran yang menjadi penerbit pertama Kartu Kredit Indonesia. Ketujuh penerbit tersebut yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia ditetapkan sebagai penyelenggara jasa pembayaran dalam kelompok next mover.
Pengembangan Kartu Kredit Indonesia tidak berhenti pada transaksi digital berbasis QRIS pada tahap awal. Bank Indonesia menyiapkan pengembangan berikutnya untuk transaksi daring melalui online payment dan kartu fisik. Perluasan tersebut dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan industri serta kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi.
Peluncuran KKI bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi keuangan digital nasional melalui inovasi sistem pembayaran. Bank Indonesia berharap kehadiran KKI mampu memperluas inklusivitas dan meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat.
Kartu Kredit Indonesia menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran yang semakin mengandalkan teknologi digital nasional. Dengan dukungan QRIS, instrumen ini membuka alternatif pembayaran yang terintegrasi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi. Pengembangannya diharapkan memperkuat ekosistem pembayaran domestik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....