Badan Geologi Ingatkan Potensi Letusan Gunung Dukono Berlanjut
- 08 Mei 2026 22:58 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Utara - Potensi ancaman erupsi Gunung api Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, berdasarkan pada potensi bencana yang dapat terjadi pada masa mendatang, Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Dukono dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu dari tingkat bahaya tertinggi sampai terendah yaitu Kawasan Rawan Bencana III (KRB –III), Kawasan Rawan Bencana-II (KRB-II) dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB-I).
Untuk Kawasan Rawan Bencana-III (KRB-III) merupakan kawasan sumber erupsi pada daerah puncak dan sekitarnya yang sangat berpotensi terlanda oleh berbagai macam hasil erupsi dalam bentuk (Aliran) aliran piroklastika, aliran lava dan mungkin gas vulkanik beracun dan (Jatuhan) jatuhan piroklastik yang tebal, dan lontaran fragmen batuan (pijar).
Sementara Kawasan Rawan Bencana-II (KRB-II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda perluasan awan panas, aliran lava, lahar, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.
Kawasan Rawan Bencana-I (KRB-I) Kawasan Rawan Bencana-I (KRB-I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan kemungkinan dapat terkena perluasan lahar/awan panas.
“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Dukono hingga saat ini dinilai masih dalam fase erupsi dan masih berpotensi terjadi letusan. Tingkat aktivitas Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II (Waspada),” ujar Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria, melalui rilis Jumat 8 Mei 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.
Ia mengatakan, selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan.
“Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono,” katanya.
Pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berlokasi di Desa Mamuya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....