Erupsi Gunung Dukono Picu Risiko Lahar saat Musim Hujan

  • 11 Mei 2026 13:24 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Utara - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status Level II (Waspada). Gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami erupsi dengan ketinggian kolom mencapai 10.000 meter di atas puncak pada tanggal 8 Mei 2026.

Perluasan radius bahaya erupsi Gunung Dukono menjadi radius 4 km dari pusat aktivitas dalam Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) terhitung tanggal 11 Desember 2024 pukul 15:00 WIT.

Perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono hingga saat ini masih didominasi oleh aktivitas erupsi yang terekam pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026 sebanyak 92 dan 63 kejadian erupsi, dengan ketinggian kolom erupsi berkisar antara 600 hingga 3.000 meter.

Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 11 Mei 2026 pukul 06:30 WIT, terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 20 mm dan durasi 78.08 detik.

Kolom erupsi yang diamati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 2.700 meter di atas puncak dan arah sebaran abu condong ke arah utara, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik.

Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.

“Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan,” ujar Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria melalui rilis, Senin 11 Mei 2026.

Aliran lahar ini juga dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.

Lana Saria mengatakan, Pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berlokasi di Desa Mamuya.

“Masyarakat juga dapat mengakses informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau laman PVMBG di https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id/, dan https://geologi.esdm.go.id untuk mengetahui perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Dukono,” ucapnya.

Ia menambahkan, evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Maka masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....