Gajah Liar Menyeberangi Sungai Pesangan, Masuk Perkebunan Warga Ketol

  • 01 Sep 2026 09:12 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Kemunculan kawanan gajah liar di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kembali meresahkan masyarakat. Satwa liar tersebut dilaporkan telah masuk ke sejumlah kawasan perkebunan warga dan bahkan keberadaannya semakin meluas ke beberapa kampung.

Camat Ketol, Zumara Wini Kutarga, mengatakan, laporan awal keberadaan kawanan gajah diterima dari Kampung Bah. Selanjutnya, pada Kamis 27 Agustus 2026, pihak kecamatan kembali menerima informasi bahwa kawanan gajah telah memasuki kawasan Kampung Kute Gelime.

Menurutnya, masuknya kawanan gajah ke Kute Gelime diduga menandakan satwa tersebut telah menyeberangi Sungai Pesangan. Selama ini, keberadaan gajah lebih sering terpantau berada di kawasan seberang Sungai Pesangan dan belum pernah memasuki wilayah yang kini dilaporkan masyarakat.

“Awalnya ada laporan dari Reje Bah bahwa mereka sudah berada di Kampung Bah. Kemudian pada hari Kamis kami mendapat laporan gajah tersebut sudah memasuki Kampung Kute Gelime. Artinya, gajah tersebut telah menyeberangi Sungai Pesangan,” ujar Zumara Wini Kutarga dalam program Halo RRI Senin 31 Agustus 2026.

Keberadaan kawanan gajah kemudian kembali dilaporkan meluas. Dalam beberapa hari terakhir, gajah dilaporkan telah bergerak hingga ke kawasan Kampung Buter, Jalan Tengah, dan Rejewali.

Sebelumnya, warga juga melaporkan kemunculan gajah liar di kawasan perkebunan Desa Kute Gelime dan Genting Bulen. Bahkan, seorang petani dilaporkan sempat dikejar gajah ketika berada di sekitar perkebunan untuk memantau kondisi kebunnya setelah mendapat informasi adanya kawanan gajah di wilayah tersebut.

Camat Ketol mengatakan, berdasarkan pemantauan bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat, kawanan gajah masih berada di kawasan perkebunan dan wilayah Kecamatan Ketol. Namun, titik keberadaan pasti kawanan tersebut masih terus diselidiki.

“Kami bersama Danramil, Polsek, dan masyarakat melakukan pemantauan. Gajah-gajah tersebut masih berada di perkebunan dan masih dalam wilayah Kecamatan Ketol. Namun keberadaan pastinya terus kami selidiki,” katanya.

Untuk menangani kondisi tersebut, pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan BKSDA serta sejumlah tim terkait, termasuk WWF dan TFF, guna melakukan survei lapangan. Tim gabungan direncanakan melakukan langkah penghalauan dan menggiring kawanan gajah kembali menuju habitatnya.

Sementara itu, masyarakat berharap penanganan dapat segera dilakukan secara berkelanjutan. Warga meminta adanya langkah pencegahan dan pengawasan untuk meminimalkan konflik antara manusia dan gajah liar, mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut masih menggantungkan aktivitas sehari-hari dari sektor perkebunan.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas gajah apabila menemukan kawanan satwa liar tersebut di sekitar kawasan perkebunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....