ICMI Aceh Tengah Sukses Gelar Seminar Internasional

  • 08 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Aceh Tengah bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Universitas Gajah Putih (UGP), dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Aceh Tengah sukses menggelar Seminar Internasional bertema “Disaster Mitigation and Environmental Resilience in Aceh and Sumatra” atau Mitigasi Bencana dan Ketahanan Lingkungan di Aceh dan Sumatera.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, telah berlangsung pada 5–6 Juni, bertempat IAIN Takengon. Selain diikuti secara langsung, seminar juga diselenggarakan secara daring untuk menjangkau peserta yang lebih luas. demikian disampaikan oleh ketua ICMI Orda Aceh Tengah Edy Putra Kelana, Minggu 7 Juni 2026.

Seminar dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak 28 narasumber dari berbagai lembaga nasional dan internasional, di antaranya UNESCO, Universitas Sriwijaya Palembang, International Association of Economic and Business, Universiti Teknologi MARA Malaysia, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

"selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan berupa pembersihan Danau Lut Tawar, penanaman pohon di kawasan tepi danau, serta pelatihan pembuatan pupuk organik dari eceng gondok. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Aceh Tengah, ICMI Orda Aceh Tengah, serta masyarakat Kampung Keramat Mupakat" ujar Edy

Dalam rekomendasi yang dihasilkan, para narasumber menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga ketahanan lingkungan. Kerusakan hutan, sedimentasi sungai, tata ruang yang kurang terkendali, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dinilai turut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak untuk membangun sistem pengurangan risiko bencana yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kondisi lokal. Para peserta seminar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, organisasi masyarakat, dan komunitas internasional dalam merumuskan strategi mitigasi bencana yang efektif.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek lingkungan hidup, ketahanan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan upaya mitigasi bencana dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di Aceh dan Sumatera untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....