Harta dan Anak Adalah Ujian

  • 28 Apr 2026 05:43 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Dalam ceramah subuh yang berlangsung di Masjid Ruhama Takengon, Selasa 28 April 2026, Dr. Wahdi mengingatkan jamaah tentang hakikat kehidupan dunia yang penuh dengan godaan keindahan sementara. Dalam tausiyahnya, ia merujuk pada QS Ali Imran Ayat 14 yang menjelaskan bahwa manusia kerap diuji dengan kecintaan terhadap harta, keturunan, serta berbagai kenikmatan duniawi.

Menurutnya, kecenderungan manusia untuk mencintai emas, perak, kendaraan, hingga ladang atau kebun merupakan bagian dari fitrah, namun juga menjadi ujian yang dapat melalaikan jika tidak disikapi dengan bijak.

“Semua itu hanyalah hiasan dunia yang sifatnya sementara,” ujar Dr. Wahdi di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa harta dan anak keturunan sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meraih amal saleh. Jika dimanfaatkan dengan benar, keduanya justru dapat menjadi bekal yang kekal di akhirat. Sebaliknya, jika disalahgunakan, keduanya bisa menjadi fitnah yang menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah.

Dalam ceramah tersebut, Dr. Wahdi juga mengangkat kisah Sa'labah sebagai pelajaran berharga. Diceritakan bahwa setelah diberikan kekayaan, Sa’labah justru mulai lalai dalam beribadah dan tidak lagi taat seperti sebelumnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kekayaan dapat menjadi ujian berat bagi keimanan seseorang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa segala harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya hanyalah titipan dari Allah. Oleh karena itu, setiap individu dituntut untuk mengelolanya dengan penuh tanggung jawab serta menjadikannya sebagai jalan untuk berbuat kebaikan.

Ceramah subuh ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kehidupan dunia bukanlah tempat menetap, melainkan ladang untuk beramal. Dengan menjadikan harta dan keluarga sebagai sarana kebaikan, diharapkan manusia dapat meraih kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....