Ramadan Hampir Usai, Semangat Ibadah Semakin Menguat

  • 15 Mar 2026 07:20 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Ramadan selalu datang dengan penuh keberkahan, namun kepergiannya sering meninggalkan rasa haru bagi umat Muslim. Setelah hampir sebulan menjalani puasa, memperbanyak ibadah, serta memperkuat kepedulian kepada sesama, kini bulan suci itu perlahan menuju penghujungnya.

Di penghujung bulan Ramadan, suasana spiritual terasa semakin kuat. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah, seolah tidak ingin kehilangan kesempatan meraih pahala di bulan yang penuh rahmat ini.

Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momen yang sangat istimewa. Banyak umat Muslim memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melakukan i’tikaf di masjid.

Harapan terbesar adalah mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, meskipun tubuh terasa lelah setelah seharian berpuasa, semangat beribadah justru semakin meningkat.

Seperti dikatakan Imam Muddin, dalam program Kurma RRI Takengon, Sabtu, 14 Maret 2026. " Di akhir Ramadhan itu biasanya orang-orang melakukan i'tikaf di masjid-masjid gitu ya, berharap mendapatkan kemuliaan dan keberkahan di sepuluh terakhir ramadhan. disamping melakukan i'tikaf disini juga ada ngalab berkah ya kak ya atau mengunjungi makam-makam ulama terdahulu".

Di berbagai daerah, suasana Ramadan menjelang akhir bulan juga diwarnai dengan kegiatan sosial yang semakin intens. Penyaluran zakat fitrah mulai dilakukan, baik melalui masjid maupun lembaga amil zakat.

Banyak masyarakat yang berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan, sehingga kebahagiaan Ramadan dapat dirasakan oleh semua kalangan. Tradisi berbagi ini menjadi salah satu nilai penting yang selalu melekat pada bulan suci.

Namun di balik semarak ibadah dan kegiatan sosial tersebut, terselip pula rasa sedih karena Ramadan akan segera berakhir. Banyak orang merasa waktu berlalu begitu cepat.

Seolah baru saja menyambut datangnya bulan suci dengan penuh suka cita, kini umat Muslim sudah harus bersiap mengucapkan perpisahan.

" Iya, puasa tinggal beberapa hari saja, dan semoga di akhir Ramadhan yang kurang dari seminggu ini sudah terampuni semua dosa-dosa kita. Jangan sampai kita sebagai umat muslim yang sudah susah payah menjalankan puasa Ramadhan, tapi malah selepas Ramadhan dosa kita belum diampuni. Dan semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun depan, Amin," ungkap Imam.

Meski demikian, berakhirnya Ramadan bukanlah akhir dari perjalanan spiritual. Justru, bulan ini menjadi momentum untuk melanjutkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin dalam beribadah, menjaga kejujuran, menahan amarah, serta peduli kepada sesama adalah nilai-nilai yang seharusnya tetap dijaga setelah Ramadan berlalu.

Detik-detik perpisahan dengan Ramadan menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk merenungkan kembali perjalanan ibadah selama sebulan terakhir. Apakah kita sudah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Pertanyaan ini menjadi refleksi penting agar nilai-nilai Ramadan tetap hidup dalam hati, bahkan ketika bulan suci telah berganti dengan bulan Syawal.

Pada akhirnya, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga sekolah kehidupan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian. Ketika Ramadan pergi, harapannya bukan hanya kenangan yang tersisa, tetapi juga perubahan diri yang lebih baik. Dan ketika bulan suci itu datang kembali di tahun berikutnya, semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan merasakan kembali keberkahannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....