Ceramah Ramadan: Menumbuhkan Empati Melalui Puasa
- 01 Mar 2026 06:31 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Program Ceramah Ramadan yang disiarkan secara langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Takengon kembali menghadirkan tausiah penuh makna pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah. Mengangkat tema “Menumbuhkan Empati Melalui Puasa”, ceramah ini disampaikan oleh Tgk. Hasyimi, S.Ag., M.Pd dan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah.
Dalam pembukaan ceramahnya, penceramah membacakan sejumlah ayat dari Surah Al-Baqarah yang menegaskan pentingnya ketakwaan, keikhlasan, serta komitmen total dalam menjalankan ajaran Islam. Ayat-ayat tersebut juga mengingatkan umat agar tidak mengikuti langkah-langkah setan serta senantiasa bertakwa kepada Allah, karena kepada-Nya lah seluruh manusia akan kembali.
Memasuki inti tausiah, Tgk. Hasyimi menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, melainkan momentum membentuk karakter dan memperkuat empati sosial. Menurutnya, empati adalah kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain, melahirkan sikap peduli, kasih sayang, serta dorongan untuk meringankan beban sesama.
Ia menjelaskan, rasa lapar dan haus yang ditahan selama kurang lebih 14 jam setiap hari menjadi sarana pendidikan ruhani. Dari pengalaman itu, seorang muslim belajar memahami penderitaan saudara-saudaranya yang hidup dalam kekurangan.
“Dari rasa itulah tumbuh kepedulian, kasih sayang, dan kemampuan mengendalikan emosi,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Penceramah juga mengingatkan bahwa tujuan utama puasa adalah meraih ketakwaan sebagaimana firman Allah, “Inna akramakum ‘indallahi atqakum” – sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Ramadan menjadi waktu yang sangat dekat untuk mencapai derajat tersebut karena setiap amal ibadah dilipatgandakan nilainya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa empati merupakan salah satu akhlak utama Rasulullah SAW. Kepedulian beliau terhadap umatnya menjadi teladan sepanjang masa. Oleh sebab itu, umat Islam diajak menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian, serta menjaga hati dari ego dan amarah yang dapat merusak hubungan antar sesama.
Menutup ceramahnya, Tgk. Hasyimi mengajak seluruh pendengar untuk memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya, mengingat belum tentu setiap orang dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya. Ia berharap sikap empati yang tumbuh selama Ramadan dapat terus berlanjut di bulan-bulan setelahnya.
Program Ceramah Ramadan Pro 1 RRI Takengon ini menjadi salah satu siaran religi yang dinantikan masyarakat, menghadirkan pesan-pesan spiritual yang menyejukkan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah kehidupan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....