Membersihkan Hati dari Sifat Riyaa, Pesan Ramadan Bersama Zailani, S.Ag., M.A.

  • 26 Feb 2026 22:37 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menjelang waktu berbuka puasa, suasana penuh kekhusyukan menyelimuti ceramah Ramadan yang disampaikan oleh Zailani, S.Ag., M.A. Dalam tausiyahnya di Masjid Agung Ruhama Takengon, ia mengangkat tema tentang pentingnya membersihkan hati dari sifat riyaa, yakni melakukan amal ibadah bukan semata karena Allah SWT, melainkan demi mendapatkan pujian dan pengakuan manusia.

Zailani menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk melatih keikhlasan. Puasa mengajarkan umat Islam beribadah dalam sunyi, tanpa diketahui orang lain. Dalam penyampaiannya, ia juga menyinggung tanda-tanda orang yang telah dihinggapi penyakit riyaa.

Diantaranya adalah semangat beramal ketika dilihat orang lain, namun menjadi malas saat tidak ada yang memperhatikan. Selain itu, merasa senang ketika dipuji dan kecewa atau marah ketika mendapatkan kritikan dari orang lain.

Ia menambahkan, di era digitalisasi seperti sekarang ini riyaa memiliki panggung yang lebih luas dibandingkan masa-masa dahulu.

"Kalau orang dulu riyaa dalam ruang lingkup kecil, yaitu hanya sebatas orang-orang disekitarnya, tetapi hari ini riyaa memiliki panggung yang lebih luas terutama melalui media sosial," katanya.

Tanda lainnya adalah suka menceritakan amal kebaikan secara berlebihan dan berharap mendapatkan sanjungan. Bahkan, ada pula yang merasa dirinya lebih baik dibanding orang lain karena amal yang dilakukan. Padahal, menurutnya, riyaa termasuk penyakit hati yang sangat halus dan bisa menggerogoti pahala tanpa disadari.

Untuk menghindari riyaa, Zailani mengajak jamaah memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri, meluruskan niat sebelum beramal, serta membiasakan amal secara sembunyi-sembunyi. Ia juga mengingatkan pentingnya berdoa agar hati senantiasa dijaga dari sifat ingin dipuji.

“Mintalah hati yang bersih, karena amal yang besar bisa menjadi kecil jika tidak dilandasi keikhlasan,” pesannya.

Tausiyah ini menjadi pengingat bahwa selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga merupakan waktu terbaik untuk membersihkan hati dari penyakit riyaa dan memperkuat niat hanya karena Allah semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....