Vitamin B6, Nutrisi Penting untuk Energi dan Kesehatan Otak
- 03 Agt 2026 14:05 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Ketika membahas vitamin penting bagi tubuh, banyak orang langsung teringat vitamin C atau vitamin D. Padahal, ada satu vitamin yang tak kalah penting tetapi sering luput dari perhatian, yaitu vitamin B6.
Christiane Mensching, Seorang dokter spesialis kedokteran umum dengan fokus pada kedokteran preventif serta kepala dokter di bidang geriatric, vitamin B6 kerap disebut sebagai "vitamin yang terlupakan" karena terlibat dalam begitu banyak proses penting di dalam tubuh.
Ironisnya, kekurangan vitamin ini sering sulit dikenali karena gejalanya tidak spesifik, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati.
"Sangat disayangkan bahwa vitamin B6 mendapat begitu sedikit perhatian," ujar Mensching, dikutip dari Vogue (3/8/2026).
Berperan dalam Lebih dari 100 Reaksi Tubuh
Vitamin B6 bukan hanya satu jenis senyawa, melainkan kelompok senyawa yang bentuk aktifnya dikenal sebagai pyridoxal-5-phosphate (PLP). Senyawa ini berfungsi sebagai koenzim yang membantu lebih dari 100 reaksi biokimia di dalam tubuh.
Salah satu fungsi utamanya adalah membantu tubuh mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi yang dapat digunakan untuk beraktivitas.
Mendukung Kesehatan Otak dan Suasana Hati
Vitamin B6 juga berperan penting dalam pembentukan neurotransmiter, yaitu zat kimia yang mengirimkan sinyal antar sel saraf. Neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, norepinefrin, dan GABA sangat bergantung pada vitamin B6. Keempatnya berfungsi mengatur suasana hati, motivasi, konsentrasi, respons terhadap stres, hingga kualitas tidur.
Menurut Mensching, kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit fokus, perubahan suasana hati, mudah cemas, hingga gangguan tidur.
"Vitamin B6 sangat penting dalam pembentukan neurotransmiter tersebut. Karena itu, kekurangan vitamin B6 tidak hanya dapat menyebabkan tubuh mudah lelah atau sulit berkonsentrasi, tetapi juga memicu perubahan suasana hati, rasa cemas atau gelisah, serta gangguan tidur." Jelas Mensching.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan defisiensi vitamin B6 dengan depresi, mudah marah, kebingungan, neuropati perifer atau kesemutan, bahkan kejang.
Membantu Produksi Energi
Selain menjaga fungsi saraf, vitamin B6 membantu tubuh memanfaatkan cadangan energi berupa glikogen serta mendukung pembentukan sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Vitamin ini juga membantu mengurai homosistein, yaitu asam amino hasil metabolisme protein. Jika kadar homosistein terlalu tinggi, risiko penyakit kardiovaskular dapat meningkat.
Karena itu, menjaga kecukupan vitamin B6 menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Berpotensi Meredakan Gejala PMS
Vitamin B6 juga diketahui berperan dalam menjaga keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin B6 yang cukup dapat membantu mengurangi gejala Premenstrual Syndrome (PMS), seperti mudah marah, perubahan suasana hati, ketegangan emosional, hingga gangguan tidur.
Meski demikian, manfaatnya dapat berbeda pada setiap individu sehingga tetap diperlukan evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Sumber Alami Vitamin B6
Kabar baiknya, vitamin B6 mudah diperoleh melalui makanan sehari-hari, baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan.
Beberapa sumber vitamin B6 antara lain:
Dada ayam dan daging tanpa lemak
Ikan yang mengandung Omega-3 ( Ikan Tuna dan sejenisnya)
Telur
Kacang-kacangan
Buncis dan kacang arab (chickpeas)
Tahu dan tempe
Oat dan biji-bijian utuh
Pisang
Kentang dan ubi jalar
Mengonsumsi makanan yang bervariasi umumnya sudah mampu memenuhi kebutuhan vitamin B6 harian.
Perlukah Mengonsumsi Suplemen?
Kebutuhan vitamin B6 orang dewasa berkisar 1,4–1,6 miligram per hari, meski dapat meningkat pada kondisi tertentu seperti kehamilan. Bagi sebagian besar orang, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Namun, jika ingin mengonsumsi suplemen vitamin B6 dosis tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.
Mensching menjelaskan bahwa meskipun vitamin B6 termasuk vitamin yang larut dalam air, konsumsi dosis tinggi dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.
"Jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin B6 dosis tinggi, penting untuk memeriksa kadar vitamin B6 dalam tubuh sebelum mulai mengonsumsinya maupun selama masa penggunaan. Cara ini merupakan satu-satunya langkah untuk memastikan tubuh tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan vitamin B6," ujarnya.
Karena itu, pemeriksaan kadar vitamin B6 dianjurkan sebelum dan selama mengonsumsi suplemen agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan.
Pola Makan Seimbang Tetap Menjadi Kunci
Vitamin B6 mungkin bukan vitamin yang paling populer, tetapi perannya sangat besar bagi kesehatan tubuh. Mulai dari membantu produksi energi, menjaga fungsi otak dan sistem saraf, mendukung kesehatan jantung, hingga membantu mengurangi gejala PMS.
Memenuhi kebutuhan vitamin B6 melalui pola makan yang beragam, kaya sayuran, buah-buahan, protein, biji-bijian, dan lemak sehat menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....