Bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan

  • 22 Jul 2026 06:03 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID Takengon – Konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) secara berlebihan masih menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan sehat dengan membatasi asupan ketiga zat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa konsumsi GGL yang melebihi anjuran dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Pola makan yang tinggi gula dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes. Sementara itu, konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke. Adapun asupan lemak berlebihan, terutama lemak jenuh dan lemak trans, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan memicu penyumbatan pembuluh darah.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat dianjurkan mengikuti batas konsumsi harian yang direkomendasikan, yaitu gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari, garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari, serta lemak maksimal 67 gram atau sekitar lima sendok makan minyak per hari. Membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan juga dapat membantu mengontrol jumlah asupan GGL setiap hari.

Selain membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, serta memilih sumber protein rendah lemak. Mengurangi makanan cepat saji, gorengan, dan minuman berpemanis menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Penerapan pola hidup sehat juga perlu diimbangi dengan aktivitas fisik secara rutin, tidur yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Melalui penerapan pola makan bergizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. Mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak bukan berarti menghilangkan seluruhnya, melainkan mengonsumsinya sesuai kebutuhan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit kronis di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....