Mikroplastik di Sekitar Kita, Begini Cara Menghindarinya

  • 10 Apr 2026 14:28 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Dokumenter Netflix The Plastic Detox memicu kekhawatiran banyak orang soal paparan mikroplastik. Partikel plastik berukuran sangat kecil kurang dari 5 milimeter ternyata sudah tersebar luas di lingkungan, mulai dari udara, air, makanan, hingga ditemukan dalam ASI dan plasenta manusia.

Meski belum ada bukti langsung yang memastikan mikroplastik sebagai penyebab penyakit tertentu, sejumlah penelitian menunjukkan kaitannya dengan gangguan hormon (endocrine disruptors), peradangan organ, hingga potensi masalah kesuburan dan metabolisme. Partikel ini bisa masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman, udara yang dihirup, maupun kontak dengan kulit.

Dokter spesialis kandungan Charis Chambers menyebut sulit menentukan satu penyebab tunggal dari paparan ini. Namun, plastik kerap hadir bersamaan dengan zat kimia lain yang juga mengganggu sistem hormon.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Mengutip dari Today Dr. Federica Amati dari Zoe Nutrition Reports membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pilih Air Keran Ketimbang Air Botolan

Air dalam kemasan plastik berisiko melepaskan mikroplastik, terutama saat terkena panas atau tekanan. Air keran bisa menjadi alternatif, meski kualitasnya berbeda-beda di tiap daerah.

Untuk lebih aman, gunakan botol minum berbahan stainless steel dan pasang filter air di rumah, seperti sistem reverse osmosis (RO) yang dinilai efektif menyaring mikroplastik hingga 99 persen. Studi menunjukkan air kemasan bisa mengandung mikroplastik hingga 10–100 kali lebih banyak dibanding air keran.

2. Ganti Peralatan Plastik di Dapur

Wadah plastik, terutama yang dipanaskan dalam microwave, dapat melepaskan partikel berbahaya ke makanan. Bahkan, beberapa penelitian mengaitkannya dengan gangguan sel tubuh hingga risiko penyakit jantung.

Sebagai gantinya, gunakan wadah kaca, keramik, atau stainless steel. Talenan kayu atau bambu juga lebih aman dibanding plastik yang mudah tergores dan melepaskan partikel.

3. Hindari Peralatan Masak Berlapis Teflon

Lapisan anti lengket seperti Teflon bisa rusak akibat panas tinggi atau gesekan, lalu melepaskan partikel mikroplastik ke makanan.

Alternatif yang lebih aman adalah peralatan berbahan stainless steel atau keramik. Selain itu, gunakan api sedang saat memasak dan hindari penggunaan alat logam yang dapat menggores permukaan.

4. Gunakan Pakaian dari Serat Alami

Bahan sintetis seperti polyester dan nylon dapat melepaskan serat mikroplastik saat dicuci. Partikel ini kemudian masuk ke lingkungan dan berpotensi kembali ke tubuh manusia.

Memilih bahan alami seperti katun, linen, atau wol bisa membantu mengurangi paparan. Jika tetap menggunakan pakaian sintetis, cuci lebih jarang dan hindari penggunaan pengering mesin.

5. Perhatikan Kantong Teh dan Produk Perawatan

Beberapa kantong teh berbahan plastik dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik saat diseduh air panas. Pilih teh celup berbahan kertas atau konsumsi teh daun lepas (loose leaf).

Selain itu, periksa kandungan produk perawatan tubuh. Hindari bahan seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), atau BPA yang sering ditemukan dalam kosmetik dan produk kebersihan.

6. Kurangi Konsumsi Makanan Ultra-Proses

Makanan ultra-proses seperti mi instan dan camilan kemasan lebih rentan terkontaminasi mikroplastik karena proses produksi dan pengemasannya.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan segar dan tinggi serat. Serat dari sayur dan buah diketahui dapat membantu mengikat partikel asing di usus dan membuangnya melalui sistem pencernaan.

7. Jaga Kebersihan Rumah dengan Filter HEPA

Debu rumah juga menjadi sumber mikroplastik, terutama dari pakaian dan karpet. Menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA dapat membantu menangkap partikel halus secara lebih efektif dibanding vacuum biasa. Membersihkan rumah secara rutin dan mengurangi penggunaan pengering pakaian juga dapat menekan penyebaran mikroplastik di dalam ruangan.

Paparan mikroplastik memang sulit dihindari sepenuhnya. Namun, perubahan sederhana dalam gaya hidup dapat mengurangi paparan secara signifikan, bahkan hingga 50–80 persen.

Seperti disampaikan para ahli, kendali penuh mungkin tidak berada di tangan konsumen. Namun, memilih produk dan kebiasaan yang lebih bijak tetap menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan dalam jangka panjang.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....