Merokok Tingkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung
- 12 Jan 2026 09:14 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon: Merokok bukan sekadar kebiasaan, tetapi telah lama diketahui sebagai faktor risiko utama stroke dan serangan jantung.
Edukasi kesehatan terus digencarkan mengingat penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, dapat merusak pembuluh darah serta jantung.
Nikotin menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, sementara tar dan zat kimia lainnya memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke otak dan jantung, yang berujung pada stroke atau serangan jantung.
Dampak merokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif. Perokok pasif juga memiliki risiko mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah akibat paparan asap rokok secara terus-menerus.
Paparan ini dapat mempercepat proses penyempitan pembuluh darah dan menurunkan kadar oksigen dalam tubuh.
Tenaga kesehatan menjelaskan bahwa risiko penyakit kardiovaskular dapat menurun secara bertahap setelah berhenti merokok.
Dalam beberapa bulan, fungsi pembuluh darah mulai membaik dan beban kerja jantung berkurang.
Jika diikuti dengan pola hidup sehat, seperti aktivitas fisik rutin, konsumsi makanan bergizi, dan pengelolaan stres, manfaat kesehatan akan semakin optimal.
Melalui artikel edukatif ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa mencegah stroke dan serangan jantung.
Dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menghentikan kebiasaan merokok dan menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok demi kesehatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....