Jangan Remehkan Rasa Masuk Angin di Dada

  • 28 Sep 2025 06:22 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Penyakit jantung sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh berdarah dingin. Hal itu disampaikan Ketua YJI Aceh, dr. Muhammad Ridwan MAppSc SpJp (K), dalam ceramah subuh di Masjid Agung Ruhamah Takengon, Minggu (28/9/2025). Ia menjelaskan, gejala awal masalah jantung kerap disalahartikan sebagai masuk angin. Gejala tersebut meliputi rasa tidak nyaman di dada, panas, mual, atau rasa menjalar ke lengan, leher, hingga punggung.

“Kadang rasa itu seperti panas di dada, kadang menjalar ke lengan, atau tiba-tiba seperti ada yang mencekik di leher. Banyak orang menyebutnya masuk angin. Padahal itu tanda-tanda jantung,” ujar dr. Muhammad Ridwan, Ketua YJI Aceh, saat menyampaikan ceramah subuh di Masjid Agung Ruhama.

Baca: Masuk Angin: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ia menjelaskan, gejala gangguan jantung memang kerap disalahartikan. Bahkan sering kali diabaikan karena dianggap sepele. Padahal, jika rasa tidak nyaman di dada berlangsung lebih dari 20 menit, sebaiknya segera dibawa ke dokter.

“Jangan menunggu parah. Banyak kasus berakhir pemasangan ring karena terlambat ditangani,” katanya menambahkan.

Baca juga: Apakah “Masuk Angin” adalah Penyakit Khas Indonesia?

Gangguan jantung bisa hadir dalam bentuk yang samar, rasa panas, mual, rasa menjalar ke punggung, hingga rasa tertusuk yang hilang timbul. Gejala itu memang mirip masuk angin biasa, sehingga banyak yang tak menyadarinya.

“Inilah yang sering jadi penyebab orang datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah kritis,” kata dr. Ridwan.

Baca: Kenali Tanda Awal Penyakit Jantung Sejak Dini

Selain mengenali gejala, ia juga mengingatkan faktor risiko yang harus diwaspadai. Di antaranya kebiasaan merokok, riwayat diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, stres berlebihan, hingga perubahan hormonal pada masa menopause. Semua faktor ini, menurutnya, bisa menjadi pemicu jantung melemah.

“Kalau kita paham sejak dini, banyak nyawa bisa diselamatkan. Jangan tunggu sakit, baru menjaga. Mulailah sekarang dengan peduli terhadap gejala sekecil apapun,” ujarnya berpesan.

Baca juga: Kasus Penyakit Jantung pada Remaja Meningkat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....