Kasus Penyakit Jantung pada Remaja Meningkat

  • 29 Sep 2025 19:40 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Penyakit jantung selama ini identik dengan orang dewasa dan lansia. Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa masalah jantung kini juga mulai banyak ditemukan pada usia remaja. Pola makan tidak sehat, gaya hidup sedentari, hingga stres akademik menjadi faktor pemicu yang semakin mengkhawatirkan.

Data dari Kementerian Kesehatan RI mencatat adanya peningkatan kasus kelainan jantung pada remaja, baik yang bersifat bawaan maupun akibat gaya hidup. Selain penyakit jantung bawaan yang memang terdeteksi sejak kecil, kini banyak ditemukan remaja dengan hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas, yang semuanya berisiko pada kesehatan jantung.

Menurut dr. Andi Prasetyo, SpJP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Harapan Kita, tren ini tidak bisa diabaikan.

“Remaja sekarang banyak yang jarang bergerak, lebih sering duduk berjam-jam dengan gawai, ditambah konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis. Faktor-faktor itu mempercepat risiko penyakit jantung di usia muda,” jelasnya, Senin (29/9).

Gejala penyakit jantung pada remaja sering kali tidak disadari. Keluhan berupa mudah lelah, sesak napas, nyeri dada, berdebar berlebihan, hingga pingsan mendadak dapat menjadi sinyal gangguan jantung.

“Banyak kasus yang baru terdeteksi setelah remaja jatuh sakit serius atau bahkan mengalami henti jantung mendadak saat berolahraga,” tambah dr. Andi.

Ahli gizi dari Universitas Indonesia, Dr. Nurul Hidayati, menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai sejak dini.

“Makan makanan seimbang, kurangi junk food, batasi minuman manis, tidur cukup, dan rutin olahraga minimal 30 menit sehari sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung remaja,” ujarnya.

Selain itu, dukungan orang tua untuk membiasakan anak hidup sehat juga sangat menentukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....