DPRD Minta Tahir Solo Museum Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
- 10 Sep 2026 14:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Komisi II DPRD Kota Surakarta meminta pengelola Tahir Solo Museum memprioritaskan warga Kota Surakarta dalam perekrutan tenaga kerja. Keberadaan museum diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Permintaan tersebut disampaikan saat Komisi II DPRD Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak ke Tahir Solo Museum, Selasa, 8 September 2026. Selain membahas kewajiban pajak, dewan juga menyoroti keterlibatan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal.
Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta Agung Harsakti Pancasila mengatakan, pihaknya mendorong agar tenaga kerja yang direkrut pengelola sebisa mungkin berasal dari Kota Surakarta. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk manfaat langsung keberadaan museum bagi masyarakat.
“Betul, karena kita juga penginnya kan ini berdiri di Solo. Jadi kita tekankan untuk dari SDM atau dari tenaga kerja kalau bisa dari Solo juga,” kata Agung.
Agung menambahkan, Komisi II juga mendorong agar keberadaan museum dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Pelibatan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, Operational Manager Tahir Solo Museum Darryl Yusuf Putra mengatakan, jumlah pengunjung museum saat ini masih relatif stabil. Rata-rata kunjungan selama satu bulan mencapai sekitar 1.500 hingga 2.000 orang per hari.
“Kita masih stabil ya. Kalau dirata-rata selama satu bulan itu kita kurang lebih sekitar 1.500 sampai 2.000 pengunjung,” ujar Darryl.
Darryl menjelaskan, pengunjung museum berasal dari masyarakat umum maupun rombongan sekolah. Sementara untuk wisatawan mancanegara, pengelola masih melakukan promosi untuk memperkenalkan Tahir Solo Museum ke sejumlah negara.
“Untuk kunjungan sendiri kita ada beberapa. Pertama ada yang dari umum, lalu kita juga ada dari grup sekolah. Kalau mungkin dari negara lain kita masih proses untuk mempromosikan Tahir Museum ke negara lain,” ucapnya.
Darryl mengatakan, museum baru secara resmi menerima pengunjung pada 3 Agustus 2026. Sebelumnya, pengelola masih melakukan berbagai persiapan operasional sebelum membuka kunjungan bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi operasional museum saat ini masih stabil. Pengelola juga tengah menyiapkan pengembangan tahap berikutnya, termasuk kemungkinan menghadirkan koleksi maupun program baru agar daya tarik museum terus berkembang.
“Kita masih sangat bagus, masih sangat sehat. Dari segi operasional juga masih sangat stabil,” ujarnya.
Darryl menambahkan, pengembangan museum tahap kedua masih dalam proses persiapan oleh manajemen. Rencana tersebut nantinya akan dibahas bersama kurator dan tim terkait. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....