Menagih Janji Nyata Desa Layak Anak di Klaten
- 27 Jul 2026 10:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pencapaian 86 desa dan kelurahan di Kabupaten Klaten yang berhasil meraih penghargaan Desa/Kelurahan Layak Anak (Dekela) 2026 tentu patut diapresiasi. Di bawah kepemimpinan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, langkah ini membuktikan adanya pergerakan kolektif hingga ke tingkat tapak untuk memenuhi hak-hak anak demi menyongsong Indonesia Emas.
Namun, di balik selebrasi Hari Anak Nasional ke-42 ini, muncul pertanyakan yang sangat mendasar dan krusial. Apakah predikat ini benar-benar mencerminkan realitas harian, atau sekadar pemenuhan indikator di atas kertas saat penilaian berlangsung?
Menyiapkan dokumen dan kelembagaan untuk penilaian Dekela memang tidak mudah, tetapi memastikan indikator tersebut hidup setiap hari jauh lebih menantang.
Salah satu syarat penting Dekela adalah nihilnya kasus perkawinan anak. Namun, fakta di lapangan menunjukkan permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama masih menjadi tantangan nyata. Apakah nol kasus di desa ini karena memang tidak ada, atau karena luput dari pencatatan lokal?
Lantas Penetapan Kawasan Tanpa Rokok KTR di ruang publik sering kali berhenti pada papan imbauan. Dalam praktik harian, paparan asap rokok di fasilitas umum dan lingkungan sekitar anak masih marak terjadi.
Kemudian ketersediaan mekanisme aduan tidak otomatis menjamin anak merasa aman untuk melapor saat terjadi perundungan (bullying) atau kekerasan. Mengubah status dari sekadar "ramah dokumen" saat dievaluasi, menjadi benar-benar "ramah anak" dalam kehidupan sehari-hari.
Penghargaan ini bukanlah garis finish, melainkan titik mula untuk dua tanggung jawab utama Yakni Menjaga Konsistensi (Untuk 86 Desa/Kelurahan). Mempertahankan status Utama, Nindya, Madya, hingga Pratama jauh lebih berat daripada merealisasikannya. Perlu ada pengawasan berkala dan partisipasi aktif masyarakat agar fasilitas serta program tidak mangkrak setelah piala diserahkan.
Selanjutnya mendorong Desa Lain "Naik Kelas". Bagi puluhan desa yang masih berada di kategori Pratama maupun Rintisan, pemerintah daerah dan OPD terkait harus hadir memberikan pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar menuntut hasil, melainkan membantu mengatasi kendala anggaran dan kapasitas SDM di desa.
Apresiasi layak diberikan kepada para kades, lurah, dan perangkat yang telah bekerja keras. Namun, ujian terbesarnya adalah membuktikan bahwa anak-anak di Klaten benar-benar merasakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan terlindungi setiap harinya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....