Konser Svaranusa 2026 Sukses Gemakan Tembang Dolanan Anak di Solo Raya
- 27 Jul 2026 07:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Puluhan anak usia Taman Kanak-Kanak hingga kaum dewasa tampil memukau dalam pagelaran pertunjukan seni Svaranusa 2026 di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo, RRI Surakarta.
Pertunjukan musik bertajuk Harmoni Makna Dalam Jejak Tradisi tersebut sukses digelar dengan megah, Sabtu, 25 Juli 2026 malam.
Konser lintas generasi yang diselenggarakan oleh Sandhyakala Citra Budaya ini menggandeng Gistara Community bersama dengan Sakeca Ansambel.
Dalam kolaborasi edukatif tersebut, para pengisi acara membawakan deretan lagu daerah dan tembang dolanan Jawa legendaris seperti Padang Bulan, Pitik Tukong, Cublak-Cublak Suweng, hingga Sluku-Sluku Bathok.
Direktur Program Svaranusa, Antonia Filicia Esa Rindi, menjelaskan Svaranusa menjadi wadah khusus bagi paduan suara untuk menyiarkan ulang tembang Nusantara yang kian tergerus zaman.
Ide pelestarian ini didorong oleh pengalaman pribadinya yang sukses menjauhkan sang anak dari belenggu kecanduan gawai pada masa pandemi melalui medium permainan tradisional.
"Setelah dia jauh dari gadget dia mulai bermain, mulai terlibat ketemu banyak orang. Nah akhirnya puji Tuhan sampai sekarang ini saya melihat anak saya menjadi sosok yang memang terbentuk lewat tembang dolanan," ujar Esa.
Relevansi kebangkitan lagu daerah di era modern juga turut ditegaskan oleh Sutradara Svaranusa, Yogi Swara Manitis Aji.
Menurutnya, bagi masyarakat perkotaan dewasa ini, makna tembang dolanan justru mengalami perluasan fungsi yang signifikan dan bukan sekadar lagu pengiring permainan masa kecil belaka.
"Jadi tembang-tembang tradisional yang dulu cuman buat mainan sekarang maknanya bisa menjadi sangat luas. Bahwa dari kesederhanaan, semakin tumbuhnya zaman lagu ini bisa menjadi doa, bisa menjadi satu rapal untuk mengingat leluhur," kata Yogi.
Yogi menambahkan persiapan merangkai konser ini berlangsung cukup intens selama berbulan-bulan guna mengolaborasikan musikalitas, tembang dolanan, dan tantangan zaman.
Dedikasi tersebut ditujukan murni demi membangun kembali ingatan kultural anak-anak modern tentang indahnya tradisi menyanyi dan bermain di bawah terang bulan yang perlahan mulai memudar. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....