Gas Metana TPA Putri Cempo Masih Jadi PR, DLH Matangkan Solusi
- 01 Okt 2026 11:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta tengah mematangkan kajian untuk menangani gas metana yang terperangkap di gunungan sampah TPA Putri Cempo. Sejumlah pihak dari swasta hingga perguruan tinggi telah menawarkan metode penanganan yang saat ini sedang dikaji pemerintah.
Kepala DLH Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho mengatakan, persoalan gas metana menjadi salah satu catatan evaluasi setelah kebakaran yang terjadi di TPA Putri Cempo sepanjang September 2026. Tumpukan sampah yang telah menggunung selama bertahun-tahun membuat gas metana terperangkap di dalam timbunan.
Menurut Herwin, gas metana merupakan gas hidrokarbon yang mudah terbakar sehingga perlu ditangani secara tepat. Keberadaannya di dalam gunungan sampah dapat membuat api lebih cepat menyebar ketika terjadi kebakaran.
“Gas metana ini masih menjadi PR yang harus kita selesaikan. Makanya penanganan jangka pendeknya masih terus kita semprot atau basahi dengan air tumpukan sampahnya,” ujar Herwin, Rabu 30 September 2026.
Untuk jangka menengah dan panjang, DLH menilai diperlukan metode yang lebih efektif untuk menangani gas metana di dalam timbunan sampah. Kajian dilakukan bersama sejumlah pihak yang memiliki kompetensi dalam penanganan gas metana.
“Kajian ini dari pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Nanti kita timbang mana yang terbaik dan bisa diterapkan,” kata Herwin.
DLH menyebut sejumlah pihak telah menawarkan model dan metode penanganan gas metana kepada Pemerintah Kota Surakarta. Berbagai alternatif tersebut akan dikaji sebelum pemerintah menentukan metode yang dapat diterapkan di TPA Putri Cempo.
Penanganan gas metana tersebut juga akan berjalan bersamaan dengan upaya penghentian sistem open dumping di TPA Putri Cempo. Penghentian open dumping akan dilakukan secara bertahap hingga pengelolaan sampah di lokasi tersebut dapat berjalan secara optimal.
Sebelumnya, keberadaan gas metana yang terperangkap dalam gunungan sampah lama disebut menjadi salah satu faktor yang membuat api sulit dikendalikan ketika terjadi kebakaran di TPA Putri Cempo. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi pengelolaan TPA pascakebakaran.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan, pemerintah juga tengah mematangkan metode untuk mengeluarkan gas metana dari gunungan sampah. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan jangka menengah dan panjang di TPA Putri Cempo.
“Kita lakukan berbagai kajian untuk mematangkan metode yang paling baik untuk mengeluarkan gas metana-nya. Kami juga sedang mengerjakan penambahan sumur-sumur tambahan untuk memudahkan akses air di TPA Putri Cempo,” ucap Respati. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....