Pemkot Surakarta Gandeng Stakeholder Kendalikan Gas Metana Putri Cempo
- 21 Sep 2026 13:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta — Pemerintah Kota Surakarta meminta Dinas Lingkungan Hidup memprioritaskan penanganan gas metana pasca kebakaran TPA Putri Cempo. Langkah penanganan gas metana dilakukan guna mencegah potensi kebakaran terulang kembali di kawasan tersebut.
Penanganan gas metana diambil alih sepenuhnya oleh DLH setelah masa tanggap darurat resmi berakhir. Petugas akan menerapkan metode khusus agar gas metana keluar secara aman tanpa membahayakan warga.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan pemadaman api secara fisik telah selesai dilakukan. Namun, keberadaan ancaman gas metana di bawah tumpukan sampah harus segera ditangani.
"Gas metana akan diambil alih tugasnya oleh DLH untuk metode yang digunakan, Gol utamanya adalah gas metana bisa keluar dan penataannya lebih efektif," kata Respati Ardi saat meninjau TPA Putri Cempo pada Rabu, 16 September 2026
Respati menjelaskan Pemkot Surakarta juga berencana mengolah tumpukan sampah lama di area TPA. Sampah lama tersebut akan difungsikan kembali menggunakan teknologi pengelolaan waste to resource.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala DLH Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, menyiapkan strategi pemanfaatan gas metana. Pengelolaan risiko dilakukan untuk mengontrol pemicu kebakaran di TPA Putri Cempo.
"Paling utama tentu gas metana ini yang harus dikelola dengan baik, Gas metana ini kalau dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat," ucap Herwin Tri Nugroho.
DLH Kota Surakarta akan merangkul akademisi dan lintas stakeholder untuk menentukan metode pengelolaan. Langkah ini disesuaikan dengan kebutuhan teknis penataan lahan TPA Putri Cempo ke depan.
Selain pengendalian gas metana, DLH juga menata ulang sirkulasi armada serta pelayanan penerimaan sampah baru. Penataan area dilakukan dengan mengombinasikan penggunaan blok sampah sesuai rencana metode landfill. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....