Strategi DLH Surakarta Kelola Gas Metana Pasca Kebakaran TPA Putri Cempo
- 21 Sep 2026 13:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta — Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta menyiapkan strategi pengelolaan gas metana pasca kebakaran TPA Putri Cempo. Pengelolaan dilakukan untuk mengendalikan potensi risiko kebakaran berulang di area pembuangan sampah.
Langkah awal yang diambil adalah menyusun perencanaan pemanfaatan gas metana secara bertahap. DLH Surakarta berupaya mengubah ancaman gas berbahaya menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, menyebut penanganan gas metana menjadi prioritas utama. Hasil evaluasi menunjukkan pengelolaan gas metana harus dilakukan dengan cermat.
"Ada pemanfaatan gas metana karena kalau dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat, Kami lakukan perencanaan supaya bisa segera menangani gas metana ini," kata Herwin Tri Nugroho pada Kamis, 17 September 2026.
Selain menyusun perencanaan internal, DLH Surakarta bakal melibatkan para akademisi dan pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor dibutuhkan untuk menentukan metode teknis yang paling tepat bagi TPA Putri Cempo.
"Tentu semua stakeholder akan kita gandeng karena sudah banyak yang menyampaikan cara penanganannya," ujar Herwin. "Harus kita tentukan pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan TPA Putri Cempo," katanya menambahkan.
Seiring pengendalian gas metana, DLH Surakarta juga menata tumpukan sampah lama serta sirkulasi armada. Penataan lahan tetap menggunakan kombinasi blok dengan menerapkan metode sanitary landfill. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....