Kolaborasi dengan Alumni, SMAN 2 Sragen Pasang Tandon-Kirim 17 Tangki Air Bersih

  • 19 Sep 2026 20:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Bencana kekeringan yang melanda kawasan utara Bengawan Solo di Kabupaten Sragen kian meluas dan memprihatinkan. Merespons krisis air bersih yang mencekik warga di Kecamatan Tangen dan Jenar, SMAN 2 Sragen bergerak cepat menggelar aksi bakti sosial berskala besar pada Jumat 18 September.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen krisis ir bersih telah menyebabkan lebih dari 14 ribu warga Sragen kekurangan air bersih. Mereka ini tersebar di 19 Desa di 8 kecamatan.

Dalam menyalurkan bantuan air bersih ini SMAN 2 Sragen menggandeng Ikatan Alumni Kasmanda Keren, Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS), serta Universitas Semarang (USM). Mereka juga turut membagikan pasokan air bersih sekaligus memfasilitasi infrastruktur penampungannya di beberapa desa terdampak kekeringan.

SMAN 2 Sragen menggandeng Ikatan Alumni Kasmanda Keren, Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS), serta Universitas Semarang (USM) mengalirkan bantuan air bersih dan tandon air di wilayah kekeringan Sragen. (Foto: RRI/Humas)

Bantuan yang digelontorkan dalam aksi sosial ini tak main-main. Sebanyak 17 armada tangki berisi total 136.000 liter air bersih dikirimkan mendadak ke titik-titik rawan kekeringan.

Wilayah sasaran mencakup Desa Ngrombo di Kecamatan Tangen, dan Desa Banyurip di Kecamatan Jenar. Selain pasokan air harian, tim gabungan juga menyerahkan bantuan dua unit tandon air (toren) kapasitas besar serta galon untuk menjamin ketersediaan cadangan air jangka panjang bagi warga setempat.

Guna memastikan 136.000 liter air tersebar merata tanpa penumpukan, sebanyak 85 personel tim bakti sosial dibagi ke dalam empat kelompok pendamping lapangan. Rombongan yang terdiri atas pengurus Kasmanda, pihak sekolah, perwakilan alumni, dan tim USM Peduli ini memulai pergerakan sejak pukul 08.00 menuju lokasi sasaran.

Tim pertama memfokuskan pergerakan di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen. Setelah singgah di balai desa, dilanjutkan penyerahan simbolis di RT 20, tim langsung menyelesaikan pemasangan toren di RT 05 serta menyalurkan tiga tangki air bersih untuk warga di RT 03, RT 12B, dan RT 13.

Sementara itu, tim pendamping kedua bergerak dari Kantor Kecamatan Jenar untuk menggelar dropping dua tangki air bersih secara langsung kepada warga di RT 02 Desa Jenar. Di lokasi lain, tim ketiga dan tim keempat menyisir wilayah Desa Banyurip yang mengalami kelangkaan air cukup parah.

Aksi sosial ini tidak hanya dilakukan sekali. Kegiatan ini menjadi yang perdana. Lantas akan ada kegiatan sosial dan bantuan berikutnya bagi warga Sragen yang membutuhkan. Baik berupa air bersih maupun bantuan lainnya.

Kepala SMAN 2 Sragen, Dra. Beti Marga Sulistyawati, M.Pd., menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari aksi kepedulian di lingkungan internal sekolah yang kemudian mendapatkan sambutan hangat serta dukungan luas dari jejaring alumni dan mitra perguruan tinggi. Melalui inisiatif ini, para siswa diajak menyisihkan sebagian uang saku mereka yang kemudian ditambah dengan dukungan dari para guru dan karyawan.

Beti menegaskan bahwa aksi kepedulian ini dipastikan tidak berhenti pada penyaluran tahap pertama saja, melainkan akan berlanjut ke wilayah-wilayah lain di Sragen yang masih terancam krisis air. Dukungan teknis dan penguatan pasokan fasilitas penampungan air juga hadir dari Ketua Umum PKBS Jateng-DIY, Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S., IPU., APEC Eng., serta Dr. Supari ST, MT Rektor Universitas Semarang (USM).

SMAN 2 Sragen menggandeng Ikatan Alumni Kasmanda Keren, Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS), serta Universitas Semarang (USM) menyalurkan bantuan air bersih dan tandon air untuk wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Sragen. (Foto: RRI/Humas)

Pada kesempatan itu, Prof. Sriyana menggarisbawahi pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih di daerah yg mengalami kelangkaan air, karena air merupakan sumber kehidupan dan penopang utama pembangunan. Lantas gerakan Peduli, ini sebagai pemantik alumni dan para pihak untuk terus berkontribusi nyata bagi tanah lahirnya.

Dia menyampaikan rasa terima kasih dan syukur atas terselenggaranya aksi sosial ini. Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa empati dan semangat kepedulian para alumni serta perantau asal Sragen untuk membantu kampung halaman.

"Kasmanda Keren punya arti mendalam. 'KEREN artinya Kelingan terus mring alumni asale (ingat dan peduli pada asal usulnya), ber Empati, selalu Rendah hati tidak sombong pribadinya. Emoh kalah pribadine artinya menjaga kepribadian, karakter yg terbaik, serta Nandur kabecikan l, selalu berbuat baik, atau peduli, agar kita mendapat berkah dari Allah SWT," ujarnya.

Bakti sosial air bersih ini dapat terwujud berkat kolaborasi dan kerja sama yang solid antara pihak SMAN 2 Sragen yang dipimpin Kepala Sekola, pihak akademisi dari USM yang dihadiri langsung oleh Rektor beserta jajaran, serta jajaran Forkopimcam Tangen mulai dari Camat, Danramil, hingga Kapolsek.

"Tanpa adanya kolaborasi dan kerja sama ini, kegiatan bakti sosial tidak mungkin dapat terwujud. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak dan warga Dukuh Ngrombo, Kecamatan Tangen. Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat dan kegiatan kepedulian seperti ini bisa terus berlanjut," katanya.

Seluruh rangkaian penyaluran bantuan sosial ini berakhir secara tertib dan lancar pada pukul 10.40 WIB. Masuknya pasokan 136 ribu liter air bersih ini diharapkan mampu mengikis beban krisis air harian serta membantu memenuhi kebutuhan domestik ribuan kepala keluarga di wilayah Tangen dan Jenar selama masa tanggap kekeringan. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....