Kepala BPBD Kabupaten Klaten Berkomitmen Carikan Solusi Kekurangan Air Bersih

  • 14 Sep 2026 03:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sejumlah desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi persoalan yang berulang setiap tahun dan membuat masyarakat pedesaan semakin bergantung pada pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu wilayah yang cukup parah terdampak kekeringan yakni Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Kepala BPBD Klaten, Syahruna S.H., mengatakan hingga saat ini Desa Tlogowatu telah menerima bantuan dropping air sebanyak 203 tangki untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.024 jiwa.

Syahruna mengatakan, BPBD Klaten terus melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain dropping air, BPBD juga menyiapkan bak penampungan berkapasitas besar di sejumlah titik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air bersih.

Menurut Syahruna, upaya lain dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk mencari sumber air baru melalui penyelidikan geolistrik. “Pada tahun 2025, kami mengadakan penelitian geolistrik bersama GNPP dan TNI AD, tetapi air yang ditemukan tidak memenuhi syarat sehingga pada tahun ini bantuan tidak terealisasi,” ujarnya.

Syahruna mengatakan, pada 2026 BPBD Klaten kembali mendapatkan dukungan berupa hibah sumber air dari Dewan Dakwah Indonesia atau DDI yang berlokasi di Desa Bumiharjo. “Tahapan selanjutnya yakni proses pipanisasi, yang pembiayaannya juga ditanggung oleh pihak DDI,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi musim kemarau tahun ini berbeda dengan 2025 dan memiliki kemiripan dengan kondisi yang terjadi pada 2023. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang disertai angin dan berdampak terhadap kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski kemarau masih berlangsung, hujan diprakirakan mulai turun pada Oktober mendatang sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Klaten. BPBD Klaten tetap mengantisipasi kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan dropping air ke sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih.

BPBD Klaten terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga musim hujan kembali tiba melalui distribusi air dan penyediaan bak penampungan berkapasitas besar. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. (HusniAbrar/Magang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....