Kemarau Panjang, Warga Lereng Merapi Jual Ternak untuk Beli Rumput-Air Bersih
- 16 Sep 2026 22:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Kemarau panjang selama tiga bulan terakhir berdampak pada para pemilik ternak di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan rumput hijau akibat lahan yang mengering.
Salah seorang warga Desa Tegalmulyo, Sihono, mengatakan bahwa saat ini warga di wilayah tersebut tidak hanya kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga pakan hijau untuk ternak mereka. Rerumputan di kawasan lereng Merapi kini telah mengering akibat kemarau panjang.
“Kami mengalami kesulitan pakan ternak. Dalam dua bulan terakhir ini rasanya sangat berat karena kering. Jika membeli dari daerah bawah harganya mahal. Akhirnya, kami menjual ternak seperti kambing atau pedet (anak sapi) untuk membeli air bersih dan rumput pakan,” ujar Sihono kepada RRI.co.id, Rabu 16 September 2026.
Sihono mengungkapkan, selama dua bulan terakhir ia telah menjual 12 ekor kambing, meskipun harga jualnya sedang merosot. Satu truk pakan ternak berupa jerami atau gambrangan (limbah jerami padi) dibanderol sekitar Rp800 ribu. Jumlah tersebut hanya cukup untuk pakan enam ekor sapi dan belasan kambing selama kurang lebih 12 hari.
Ia menambahkan, beban masyarakat akibat dampak musim kemarau ini terasa sangat berat karena harus membagi pengeluaran untuk kebutuhan air bersih sekaligus pakan ternak.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. Kepala Desa Balerante, Sukono, mengonfirmasi bahwa para peternak di wilayahnya kini kesulitan mendapatkan rumput segar dari lereng Merapi.
“Musim kemarau yang cukup panjang ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternak. Alternatifnya, peternak harus membeli jerami atau gambrangan,” kata Sukono.
Sementara itu, warga Desa Balerante lainnya, Jainu, menyebutkan bahwa dampak kemarau sangat dirasakan oleh para peternak setempat. Selain membeli jerami, sebagian pemilik ternak memanfaatkan pakan alternatif lain seperti batang pisang (gedebog) dan daun bambu. (Adam Sutanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....