Solo Raih Dana Hibah LSDP Rp107 Miliar untuk Perkuat Pengelolaan Sampah
- 02 Sep 2026 17:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta menerima alokasi dana hibah program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) senilai Rp107.116.800.000 dari Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat penanganan dan pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Hibah tersebut diberikan setelah Kota Surakarta masuk jajaran 30 besar daerah terbaik dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang mengikuti proses seleksi program.
Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, mengatakan Pemkot Solo tengah menyusun perencanaan pemanfaatan dana LSDP untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah. Pada 2027, Solo diperkirakan menerima alokasi sekitar Rp21,5 miliar sebagai bagian dari total hibah yang diberikan pemerintah pusat.
“Dana itu akan kita dapatkan selama lima tahun, kurang lebih Rp100 miliar lebih. Untuk tahun 2027, informasinya kita akan mendapatkan kurang lebih sekitar Rp21,5 miliar dan sekarang sedang kita coba susun perencanaannya,” katanya, Rabu 2 September 2026.
Menurut Budi, salah satu fokus yang tengah dibahas adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST. Pemkot Solo juga akan mencari alternatif lokasi agar pembangunan fasilitas tersebut tidak mengurangi keberadaan ruang terbuka hijau.
“Intinya kita akan optimalkan untuk pengolahan sampah di hulu dan nanti yang di hilir akan kita lihat apakah dilaksanakan tahun ini atau di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan pembangunan TPST melalui program LSDP direncanakan mulai dilakukan pada 2028. Sebelum pembangunan dimulai, Pemkot Solo akan menyiapkan sejumlah langkah penanganan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus menghadapi persoalan sosial yang muncul di sekitar TPA Putri Cempo.
“TPST nanti melalui program LSDP baru akan kita lakukan pembangunannya di 2028. Di antara itu harus dilakukan penanganan-penanganan solusi, termasuk salah satu opsinya adalah pemberdayaan,” katanya.
Ia menjelaskan, pengurangan sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo dilakukan karena kondisi tempat pembuangan tersebut telah mengalami overload dan over capacity. Pemkot Solo juga tengah melakukan transisi dari praktik open dumping menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Melalui program LSDP, Pemkot Solo menargetkan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, sekaligus memperbaiki tata kelola persampahan secara terintegrasi. Program ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pengelolaan sampah yang lebih profesional, modern, dan berkelanjutan di Kota Surakarta.
Penyerahan hibah LSDP secara simbolis dilakukan oleh Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI bersama Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Bale Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Jumat 28 Agustus 2026. Program tersebut merupakan hibah multiyears selama lima tahun dengan skema reimbursement dan performance based grant. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....