Pemulung Putri Cempo Protes Sampah Berkurang, Pemkot Solo Siapkan Pelatihan

  • 01 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi merespons aspirasi paguyuban pemulung Putri Cempo yang memprotes berkurangnya sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Pemkot Surakarta menawarkan pelatihan dan diversifikasi usaha bagi pemulung yang terdampak kebijakan pengurangan sampah.

Respati mengatakan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo merupakan bagian dari keberhasilan gerakan masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya. Kebijakan tersebut juga dilakukan untuk memperbaiki tata kelola sampah agar tidak lagi menggunakan sistem open dumping.

“Berhasilnya adalah mengurangi sampah di TPA. Kalau itu yang diprotes, ya saya bersama alam semesta supaya tidak open dumping lagi, supaya sampahnya berkurang,” katanya, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, Pemkot Surakarta tetap memperhatikan pemulung yang terdampak akibat berkurangnya sampah yang masuk ke TPA. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah alternatif melalui program Rumah Siap Kerja dan pelatihan untuk membuka peluang usaha lain.

“Kami sudah menawarkan juga beberapa dari Disnaker, Rumah Siap Kerja, teman-teman yang mungkin merugi akibat sampahnya berkurang ke TPA. Kita sudah memberikan solusi melalui Rumah Siap Kerja, kita memberikan pelatihan kerja di mana ada diversifikasi usaha,” ujarnya.

Respati menegaskan pemerintah akan terus mendampingi para pemulung dalam menghadapi perubahan sistem pengelolaan sampah. Ia menyebut upaya pengurangan sampah ke TPA tetap harus berjalan bersamaan dengan pencarian solusi bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami selalu membersamai rekan-rekan pemulung,” ucap Respati.

Selain persoalan mata pencaharian, aksi pemulung juga membawa aspirasi terkait kesehatan, kebisingan, dan dampak aktivitas pengelolaan sampah di kawasan Putri Cempo. Para peserta aksi juga meminta kesempatan untuk berdialog langsung dengan Wali Kota Surakarta guna menyampaikan kondisi yang mereka alami.

Pemkot Surakarta saat ini terus mendorong pengurangan sampah dari sumber melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban TPA Putri Cempo yang selama ini menghadapi persoalan kapasitas. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....