Pemprov Jateng Pusatkan Peringatan Hari Jadi ke-81 di Kabupaten Boyolali
- 24 Agt 2026 08:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) difokuskan di Kabupaten Boyolali pada Rabu, 19 Agustus 2026. Peringatan sendiri diadakan sederhana dengan mengadakan upacara yang dihadiri Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur, Taj Yasin dan perwakilan Bupati serta Wali Kota se-Jawa Tengah.
Peringatan sederhana ini merupakan wujud belasungkawa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kepada saudara-saudara di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beberapa waktu lalu mengalami musibah bencana alam gempa bumi.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kinerja para petani, buruh, pengelola UMKM, guru, tenaga kesehatan, tokoh pemuda, dan penyandang disabilitas karena keberhasilan Provinsi Jawa Tengah sangat dipengaruhi oleh kerja keras mereka.
"Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat, tetapi manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah yang tumbuh karena kerja panjenengan semua," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Ahmad Luthfi juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks dan berbagai fitnah di dunia maya, karena hal tersebut dapat memecah persatuan. Dirinya turut menghimbau seluruh ASN yang ada di seluruh Jateng agar terus mengedukasi masyarakat untuk mencari kebenaran sebuah berita.
Dalam paparannya terkait program yang sudah direalisasikan, orang nomor satu di Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa Pemprov sudah menggratiskan biaya bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan lima ribu sekolah swasta.
Selain itu juga sudah memberikan beasiswa gratis per tahun untuk siswa tidak mampu dan 10 ribu beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin. Selanjutnya dikatakan Ahmad Luthfi juga bahwa Pemprov Jateng telah merehabilitasi 282 sekolah dan membangun sembilan sekolah baru di seluruh Kabupaten/Kota.
Pada sektor kesehatan, Pemprov Jateng menggalakkan program andalan yaitu Dokter Spesialis Keliling (Speling) guna mendukung program pemerintah pusat yakni Cek Kesehatan Gratis. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program ini telah melayani 21 juta masyarakat di desa-desa yang sebelumnya tidak pernah tersentuh oleh Dokter Spesialis.
Selanjutnya pada sektor perumahan, Pemprov Jateng berhasil membangun 339.963 rumah dalam mendukung program pemerintah pusat, tiga juta rumah. Ahmad Luthfi juga tidak lupa mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil menjadikan Jateng menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
"Pada tahun 2025, petani di Jateng mampu menghasilkan 11,5 juta ton atau 15,6 persen cadangan pangan beras nasional. Kemudian pada 2026 hingga hari ini, petani Jateng sudah mampu menghasilkan 6,74 juta ton gabah kering giling, meningkat sebanyak 493 ton dari tahun-tahun sebelumnya.
Pemprov Jateng juga berhasil menurunkan angka pengangguran. Disebut Gubernur Ahmad Luthfi, tahun 2026 ini tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, yang berarti tambahan jumlah pekerja di tengah-tengah masyarakat sebanyak 460 ribu.
Hal ini juga dipengaruhi oleh iklim investasi yang masuk ke Jateng. Pada tahun 2025 Jateng mendapatkan investasi sebesar Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja 257 ribu. Kemudian ditahun 2026 ini, investasi pada semester I sudah mencapai Rp 59,49 triliun. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....