Antisipasi Kekeringan, Pemprov Jateng Distribusikan 8,8 Juta Liter Air Bersih
- 19 Agt 2026 21:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memperkuat langkah penanggulangan dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah Kabupaten dan Kota.
Sebagai bentuk intervensi cepat, Pemprov Jateng telah memetakan kawasan rawan serta mendistribusikan jutaan liter air bersih dan ribuan unit pompa air ke daerah terdampak. Hal itu dikatakan langsung Gubernur Ahmad Luthfi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Boyolali, Rabu 19 Agustus.
Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa hampir seluruh daerah di Jawa Tengah memiliki titik wilayah yang mengalami kekeringan, seperti wilayah Juwangi di Boyolali Utara. Untuk mengatasi hal tersebut, koordinasi dan penebalan bantuan terus dilakukan bersama para Bupati dan Wali Kota di seluruh Jawa Tengah.
"Kita sudah melakukan pemetaan di seluruh Kabupaten Kota. Kemudian, 8,8 juta liter air sudah kita kirim ke seluruh Kabupaten Kota. Selain itu, ada 11 hingga 12 ribu pompa yang sudah disebarkan ke wilayah-wilayah," kata Ahmad Luthfi.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa metode penanganan kekeringan disesuaikan dengan kondisi geografis dan tingkat keparahan wilayah masing-masing.
Pemprov Jateng mengombinasikan berbagai skenario penanganan mulai dari pemanfaatan teknologi jaringan hingga pasokan darurat.
"Ada daerah berdampak kekeringan yang kita tangani menggunakan pipanisasi, ada yang sumurisasi, dan ada yang sifatnya tangkinisasi. Prinsipnya, dengan adanya kemarau panjang ini seluruh bupati dan wali kota sudah melakukan pemetaan di wilayahnya masing-masing, tinggal kita melakukan penebalan," katanya menambahkan.
Langkah taktis ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih untuk kebutuhan harian masyarakat sekaligus menopang sektor pertanian agar dampak kekeringan tidak mengganggu ketahanan pangan daerah. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....