Respati Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Model Bisnis

  • 23 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong inovasi pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai produk kreatif, tetapi memiliki model bisnis yang mampu menjaga keberlanjutan program. Pesan tersebut disampaikan Respati dalam final Green Impact Project 2026 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Respati, produk hasil pengolahan sampah perlu memiliki pengguna dan pasar agar inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat terus berjalan. Aspek ekonomi dinilai penting untuk memastikan solusi lingkungan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Yang harus ditekankan dari proyek ini adalah business model. Syaratnya, hasilnya, semuanya harus bisa berkelanjutan secara bisnis,” kata Respati.

Respati menilai selama ini berbagai inovasi pengolahan sampah telah mampu menghasilkan produk kreatif. Namun, keberlanjutan produk tersebut perlu dipastikan setelah kegiatan maupun pameran selesai.

“Semua pengolahan sampah diproses menjadi sesuatu yang kreatif, dipamerkan, kemudian mendapat tepuk tangan. Tetapi apakah setelah itu tetap dibeli? Apakah tetap digunakan?” ujarnya.

Karena itu, Respati menekankan pentingnya menghubungkan inovasi lingkungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi dapat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

“Yang utama adalah business model. Hasil dari ekonomi sampah bisa menghidupkan masyarakat lokal,” katanya.

Selain pengembangan model bisnis, Respati mendorong mahasiswa memperluas edukasi lingkungan kepada generasi muda. Ia mengajak mahasiswa turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan persoalan polusi, pencemaran air, dan berbagai ancaman terhadap lingkungan.

“Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa datang ke sekolah-sekolah kita, SD dan sekolah menengah, untuk mengajari adik-adik tentang bahaya terhadap lingkungan, bahaya polusi, pencemaran air, dan berbagai persoalan lainnya,” ucapnya.

Respati berharap aksi lingkungan yang dikembangkan melalui Green Impact Project dapat direplikasi dan terus dilakukan setelah kompetisi berakhir. Dengan demikian, inovasi mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....