Tangis Duka Iringi Kedatangan Jenazah Galang, PMI Asal Tanon Meninggal di Jepang
- 22 Agt 2026 15:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Awan duka menyelimuti Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, saat jenazah Galang Satrio Priambodo (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sragen yang meninggal dunia tenggelam di Jepang tiba di rumah duka, Sabtu 22 Agustus siang. Keluarga menyambut jenazah dengan histeris, terutama ibu dan adik korban.
Jenazah tiba di rumah duka Dukuh Karangturi RT 1 Desa Padas, Kecamatan Tanon sekitar pukul 11.00 WIB. Almarhum disambut kedua orang tuanya Widyatmoko dan Parmi dan puluhan warga yang takziah. Adik korban Gilang, tak kuasa menahan kesedihan dan menangis histeris saat peti jenazah dibuka.
Setibanya di rumah duka jenazah disemayamkan sebentar untuk disalatkan dan langsung dimakamkan di pemakaman Dukuh Karangturi.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga desa setempat yang mengenalnya sebagai sosok yang santun dan menginspirasi.
Sekretaris Desa Padas, Muhammad Ahyani Mursyid, menyampaikan duka cita mendalam atas nama pemerintah desa dan warga. Menurutnya, almarhum Galang dikenal memiliki kepribadian yang sangat humanis, mudah membaur, dan tidak pernah membuat masalah di lingkungan sekitar.
"Mas Galang adalah salah satu putra terbaik Desa Padas yang berhasil menopang ekonomi keluarga. Keberhasilannya menjadi pemicu dan contoh positif bagi pemuda lain di desa kami," ujar Ahyani.

Ahyani mengungkapkan, tradisi ketok tular atau saling mengajak antarwarga membuat Desa Padas kini memiliki sekitar 20 warga yang bekerja sebagai PMI. Selain di Jepang, warga Padas teratur tersebar di sektor industri berbagai negara seperti Taiwan, Korea Selatan, hingga Arab Saudi.
Di sisi lain insiden meninggalnya Galang yang tenggelam saat berenang di salah satu sungai di Jepang menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Sragen. Tragedi ini menjadi pemantik evaluasi mendalam terkait perlindungan serta legalitas administrasi para pekerja migran.
Wakil Ketua DPRD Sragen, Tri Handoko, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh calon PMI dan LPK penyalur di Sragen. Legislator Partai Golkar tersebut meminta para calon pekerja migran untuk disiplin mengikuti Standard Operating Procedure (SOP) dan tidak terburu-buru keberangkatannya tanpa kepastian administrasi.
"Untuk calon TKI, khususnya yang mau berangkat ke Jepang, jangan hanya asal berangkat. Minimal bahasanya oke, punya skill, dan kesehatan fisik maupun dalamnya clear. Ikuti SOP yang ada, jangan sampai ada satu-dua prosedur yang dilewati hanya karena ingin cepat," kata Tri Handoko.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Galang tidak mengantongi asuransi lantaran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) penyalur tidak mendaftarkannya ke dalam program perlindungan jaminan sosial. Selain itu korban meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, melainkan saat berenang di sungai dengan teman-temannya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....