Galang, TKI Asal Sragen Meninggal Dunia saat Berenang di Sungai Jepang
- 20 Agt 2026 12:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Galang Satrio Priambodo (25), dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di salah satu sungai di Jepang sepekan yang lalu. Jenazah korban dijadwalkan tiba di rumah duka, Sragen Jumat 21 Agustus.
Korban yang merupakan warga Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, kelahiran Sragen, 11 Mei 1999 tersebut, mengalami musibah saat sedang berenang di luar jam kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Rina Wijaya, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan penelusuran data dan informasi awal dari pihak terkait, korban berangkat ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Wonogiri.
"Mas Galang ini memang warga Sragen, Kecamatan Tanon, tetapi berangkatnya melalui LPK di Wonogiri. Kendati demikian, kami dari Dinas Tenaga Kerja tetap memfasilitasi dan terus berkomunikasi dengan KBRI di Jepang," ujar Rina saat ditemui di Sragen, Kamis 20 Agustus.
Berdasarkan data yang dihimpun Disnaker Sragen dari pihak KBRI di Jepang, insiden tersebut terjadi ketika korban bersama rekan-rekannya berenang di sebuah sungai setempat.
Sebelum kejadian, rekan-rekan korban sebenarnya sempat melarang dan mengingatkan agar tidak berenang di lokasi tersebut lantaran sungai itu kerap digunakan warga lokal untuk prosesi pelarungan abu jenazah pada waktu-waktu tertentu.
"Sebenarnya menurut informasi dari pihak KBRI, teman-temannya sudah menyarankan untuk tidak berenang di situ. Namun musibah terjadi, korban tenggelam dan meninggal dunia," kata Rina menejelaskan.
Proses pemulangan jenazah Galang menghadapi sejumlah kendala teknis. Rina mengungkapkan bahwa status kepesertaan kerja korban di Jepang sudah memasuki tahun kelima dengan skema Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja terampil, setelah sebelumnya menyelesaikan program pemagangan selama tiga tahun.
Selain insiden terjadi di luar jam kerja, perusahaan tempat korban bekerja di Jepang dilaporkan tidak mendaftarkan korban dalam program asuransi.
"Korban ini sudah tahun kelima di Jepang, statusnya sudah specified worker, bukan magang lagi. Catatan penting yang kami terima, perusahaan tempatnya bekerja di Jepang ternyata tidak mendaftarkan asuransi untuk korban," ucap Rina.
Kondisi tersebut membuat biaya pemulangan jenazah dari Jepang ke Indonesia ditanggung melalui pembiayaan swadaya dan penggalangan dana solidaritas sesama komunitas PMI di Jepang.
Untuk proses pemulangan ke daerah asal, Disnaker Kabupaten Sragen telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah guna mengurus penjemputan dari bandara menuju rumah duka.
Sesuai jadwal penerbangan dari Jepang via Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada Jumat 21 Agustus siang.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Semarang. Nanti armada ambulans untuk penjemputan jenazah dari Bandara Adi Soemarmo hingga menuju rumah duka di Tanon seluruhnya difasilitasi oleh BP3MI Jawa Tengah," katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....