Hendak Pulang, Pemagang Asal Karanganyar Meninggal Dunia di Jepang
- 14 Agt 2026 22:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Duka mendalam menyelimuti keluarga Heru Santoso, pemuda 24 tahun warga Sambung, Gayamdompo, Kabupaten Karanganyar. Peserta magang yang hampir menyelesaikan masa tugasnya di Jepang tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di salah satu sungai di Negeri Sakura pada Kamis sore, 13 Agustus 2026.
Peristiwa naas ini terjadi ketika korban tengah mengisi waktu luang di luar jam kerja. Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, dan Koperasi (Disdagperinaker) Kabupaten Karanganyar mengonfirmasi bahwa korban merupakan peserta magang yang diberangkatkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hiro di Karanganyar.
Kepala Disdagperinaker Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, menjelaskan korban sudah hampir tiga tahun menjalani masa magang dan sedang bersiap untuk proses pemulangan sebelum musibah terjadi.
"Memang betul ada warga negara Indonesia, warga Karanganyar yang kemarin tanggal 13 Agustus tahun 2026 pada jam 14.30 Waktu Jepang meninggal dunia karena mereka melakukan kegiatan refreshing di sungai, tidak dalam bekerja, kemudian tenggelam," kata Agung saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 14 Agustus 2026.
Informasi mengenai musibah tersebut sudah disampaikan secara langsung kepada pihak keluarga di Sambung, Karanganyar. Saat ini, proses pemulangan jenazah masih dalam penanganan dan harus melalui serangkaian prosedur hukum serta medis di Jepang.
"Dan ini sudah diinformasikan ke pihak keluarga. Dari kami Dinas Ketenagakerjaan sudah memonitor bahwa itu adalah salah satu peserta magang ke Jepang melalui LPK Hiro. Identitas almarhum Heru Santoso, umur 24 tahun, alamat Sambung, Gayamdompo," ucap Agung.
Proses pemulangan jenazah membutuhkan waktu karena adanya kewajiban otopsi dari otoritas setempat yang baru akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2026. LPK pengirim juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak perwakilan diplomatik di Tokyo.
"Rencananya memang kembali setelah 3 tahun ini, tetapi ada musibah. Saat ini dalam proses pemulangan jenazah. Mekanisme di Jepang harus otopsi dulu rencananya tanggal 19 Agustus. Dari LPK sudah koordinasi dengan Konsuler di Tokyo untuk pengurusan dokumen asuransi dan pemulangan jenazahnya," ujar Agung.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan akan mengawal seluruh proses ini hingga jenazah tiba di rumah duka. Selain pemulangan, dinas juga menjamin pemenuhan seluruh hak dan asuransi milik almarhum selama bekerja di luar negeri.
"Kita memonitor dan berkoordinasi dengan LPK yang menaungi korban terkait proses pemulangan. Kami pantau agar jenazah bisa segera dikembalikan dan hak-haknya dapat terbayar penuh," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....