Duka Warga Padas, Galang Sosok Inspiratif Pekerja Migran yang Berpulang di Jepang
- 21 Agt 2026 13:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Awan duka menyelimuti Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Salah satu putra terbaik desa setempat, Galang Satrio Priambodo (25), pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah mengadu nasib di Jepang, dilaporkan meninggal dunia tenggelam di salah satu sungai di Negeri Sakura itu.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga desa setempat yang mengenalnya sebagai sosok yang santun dan menginspirasi.
Sekretaris Desa Padas, Muhammad Ahyani Mursyid, menyampaikan duka cita mendalam atas nama pemerintah desa dan warga. Menurutnya, almarhum Galang dikenal memiliki kepribadian yang sangat humanis, mudah membaur, dan tidak pernah membuat masalah di lingkungan sekitar.
"Mas Galang adalah salah satu putra terbaik Desa Padas yang berhasil menopang ekonomi keluarga. Keberhasilannya menjadi pemicu dan contoh positif bagi pemuda lain di desa kami," ujar Ahyani, saat dijumpai di rumah duka, Dukuh Karangturi RT 01, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kamis 20 Agustus.
Ahyani mengungkapkan, tradisi ketok tular atau saling mengajak antarwarga membuat Desa Padas kini memiliki sekitar 20 warga yang bekerja sebagai PMI. Selain di Jepang, warga Padas teratur tersebar di sektor industri berbagai negara seperti Taiwan, Korea Selatan, hingga Arab Saudi.

Kehilangan besar sangat dirasakan oleh sang ayah, Widiyatmoko (46). Galang merupakan putra sulung dari tiga bersaudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Dua adiknya masing-masing berusia 19 tahun dan seorang lagi masih duduk di kelas 5 SD.
Widiyatmoko mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat peduli pada sesama, baik di kampung halaman maupun di perantauan. "Almarhum di sana sangat baik. Kalau ada teman susah pasti dibantu, bahkan kalau ada rekan sesama pekerja yang mau pulang ke Indonesia selalu diantar sampai bandara. Teman-temannya di Jepang merasa sangat kehilangan," ucap Widiyatmoko di rumah duka.
Komunikasi terakhir keluarga dengan Galang terjadi pada hari Rabu 12 Agustus, sebelum kabar duka tersebut datang Jumat 14 Agustus petang WIB. Kebiasaan almarhum yang rutin melakukan panggilan video tiap dua hingga tiga hari sekali untuk menyapa adik-adiknya menjadi kenangan manis terakhir.
"Tak ada firasat aneh, almarhum hanya sempat menitipkan pesan sederhana kepada adiknya untuk merawat sepeda motor kesayangannya di rumah," kenang ayah korban.
Pemerintah Desa Padas bersama pihak kecamatan dan Disnakertrans Kabupaten Sragen terus berkoordinasi untuk mengawal pemulangan jenazah almarhum ke tanah air.
Berdasarkan konfirmasi Sekretaris Desa, jenazah dipulangkan dari Jepang pada hari Jumat 21 Agustus dari Jepang, dengan rute penerbangan transit melalui Denpasar dan Jakarta, sebelum diterbangkan menuju Bandara Adi Soemarmo, Solo.
Jika seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala, jenazah diestimasikan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo pada Sabtu 22 Agustus pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga telah menyiapkan fasilitas penjemputan ambulans dari bandara menuju rumah duka di Tanon, Sragen. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....