Respati Bentuk Satgas Parkir Terpadu Tertibkan Parkir Bermasalah di Solo
- 16 Agt 2026 17:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta Respati Ardi membentuk Satuan Tugas Terpadu untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat di Kota Surakarta. Satgas tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menertibkan praktik pungutan liar oleh oknum juru parkir yang meresahkan warga maupun wisatawan.
Peluncuran Satgas Terpadu dilakukan di depan Masjid Raya Sheikh Zayed, Jumat, 14 Agustus 2026. Pembentukan satgas dilakukan setelah muncul persoalan tarif parkir yang dinilai meresahkan pengunjung di kawasan wisata religi tersebut.
Respati mengatakan, keberadaan satgas tidak hanya difokuskan untuk kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed. Penertiban akan dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah Kota Surakarta.
“Fokusnya adalah membersamai warga supaya merasa aman dan nyaman. Ini berlaku untuk seluruh Kota Solo, bukan hanya di kawasan Zayed,” ujar Respati.
Menurut Respati, persoalan parkir menjadi salah satu perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Pemerintah akan memberikan sanksi apabila kembali ditemukan penarikan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengevaluasi hingga mencabut hak pengelolaan parkir. Pemerintah juga meminta pengelola dan juru parkir membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas sesuai aturan.
“Apabila nanti kembali ditemukan pungli, hak pengelolaan parkir akan dievaluasi dan dapat dicabut,” ujar Respati.
Respati menekankan, penertiban tidak semata-mata dilakukan untuk memberikan sanksi kepada juru parkir. Pemerintah juga ingin mengubah peran juru parkir menjadi bagian dari pelayanan bagi wisatawan.
“Yang paling penting adalah pelayanan. Jukir akan diarahkan menjadi bagian dari pelayanan wisata,” katanya.
Respati berharap keberadaan Satgas Terpadu dapat memperkuat pengawasan sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Ia menegaskan jangan sampai persoalan parkir membuat wisatawan enggan kembali berkunjung ke Kota Surakarta.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Haryono Nugroho mengatakan, penataan parkir juga akan dilakukan di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed. Salah satunya melalui pendataan ulang jumlah juru parkir dan lokasi pengelolaannya.
“Petugas parkir akan didata dulu, berapa jumlahnya dan yang di sini berapa. Perkiraannya akan dijadikan pusat di eks Denbekang,” ujar Haryono. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....