Dishub Solo Tindak Jukir yang Tarik Tarif Parkir di Atas Ketentuan
- 28 Jun 2026 05:17 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menindak juru parkir (jukir) yang diduga melakukan pungutan liar dengan menarik tarif parkir di atas ketentuan di kawasan Jalan Gajah Mada, Banjarsari. Tindakan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga yang viral di media sosial.
Kepala UPTD Perparkiran Dishub Solo, Haryono, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Inspeksi mendadak dilakukan pada Jumat, 26 Juni 2026 malam.
"Sampun kemarin dicek di lokasi. Akhirnya petugas mendatangi lokasi dan meminta yang bersangkutan memberikan klarifikasi," katanya saat dihubungi, Sabtu, 27 Juni 2026.
Haryono membenarkan adanya praktik penarikan tarif parkir di luar ketentuan. Jukir tersebut diketahui meminta tarif Rp5.000 kepada pengendara mobil, padahal tarif resmi di kawasan tersebut sebesar Rp3.000.
Menurut Haryono, warga Jalan Gajah Mada masuk dalam zona C yang menetapkan tarif parkir kendaraan roda empat sebesar Rp3.000. Karena itu, masyarakat diminta menolak apabila dimintai tarif di luar ketentuan.
"Makanya intinya kalau tidak diberi karcis jangan dibayar. Kemarin memang ditarik Rp5.000, sementara karcis yang diberikan tarifnya Rp3.000," katanya.
Ia menjelaskan lokasi parkir di sekitar tempat usaha tersebut memang terbatas sehingga kendaraan diarahkan parkir di sisi barat jalan. Namun, pengaturan lokasi parkir tersebut tidak berkaitan dengan besaran tarif yang harus dibayar pengguna jasa.
Dishub Solo juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak jukir yang terbukti melakukan pungli maupun pelanggaran lainnya. Jukir yang melanggar akan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pembinaan dan membuat surat pernyataan.
"Nanti ketika ada penarikan di luar ketentuan, pungli maupun tindakan premanisme, bisa dibawa ke Polsek. Kita ingin memberikan efek jera," ucap Haryono.
Sebelumnya, keluhan terkait tarif parkir di atas ketentuan diunggah seorang warga melalui media sosial. Unggahan tersebut mendapat perhatian luas, termasuk respons dari Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang memastikan laporan tersebut segera ditindaklanjuti. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....