Lawan Hoaks Era Digital, CONNFest 2026 Gelar Teras Literasi di Solo

  • 14 Agt 2026 06:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Guna merefleksikan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah komunitas kreatif di Kota Solo berkolaborasi menggelar acara Teras Literasi.

Kegiatan edukatif yang berlangsung di Rumah Banjarsari pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 hingga Kamis, 13 Agustus 2026 ini terselenggara berkat inisiasi kolaboratif antara Pioneer Talk, Argia Academy, Bukspace, dan berbagai pihak lainnya.

Ketua Panitia Teras Literasi, Evantio Yudhistira, menyampaikan acara tersebut merupakan rangkaian utama dari program CONNFest 2026 Chapter Surakarta.

Ia menjelaskan, inisiatif ini bermula dari keresahan generasi muda yang dihadapkan pada ketidakpastian masa depan, sehingga membutuhkan wadah penguatan literasi digital di tengah arus informasi dan disrupsi kecerdasan buatan.

"Masyarakat Indonesia, khususnya anak muda, harus bisa memilah informasi dengan baik, mencari akar permasalahan bangsa agar tidak reaksioner, dan mampu membedakan mana berita fakta dan mana yang hoaks," kata Evantio, Rabu, 12 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia mengaitkan tantangan literasi saat ini dengan pidato pleidoi Ir. Soekarno pada tahun 1930 yang menyinggung fenomena kaum hantam kromo.

Mentalitas bertindak serampangan tanpa dasar tersebut dinilai masih sangat relevan di era digital, di mana banyak informasi tidak terverifikasi kerap ditelan mentah-mentah lalu dijadikan alat untuk saling menyerang.

"Kaum hantam kromo di era digital ini menyebarkan disinformasi tanpa peduli benar atau salah, bahkan bisa sampai ke titik fitnah. Jangan sampai anak muda kehilangan optimisme karena terpengaruh narasi negatif dari kelompok-kelompok ini," katanya.

Demi menjawab tantangan disinformasi, panitia memfasilitasi peserta dengan kelas kreator konten berbasis kecerdasan buatan yang dipandu oleh pakar profesional.


Berlanjut pada sore harinya, diadakan gelar wicara tematik yang secara khusus mengupas strategi menangkal hoaks serta peran masa depan informasi dalam membangun peradaban generasi kritis.

Keseruan literasi di malam hari semakin lengkap dengan suguhan musik akustik, bedah buku, agenda nonton bareng, serta ketersediaan lapak baca dari berbagai komunitas se-Soloraya.

Melalui pergerakan organik ini, panitia berharap pemuda berani mengambil sikap nyata sebagai pelopor pencipta gagasan dan solusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....