Pria di Plupuh Sragen Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Diduga Tewas setelah Depresi

  • 06 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Warga Dukuh Plupuh RT 05, Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria yang sudah mulai membusuk di dalam rumahnya pada Kamis 6 Agustus 2026 pagi. Sontak, kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Korban diketahui bernama Agung Setiawan (35), seorang bujangan yang tinggal seorang diri di rumah bertingkat peninggalan almarhum orang tuanya. Selain beraktivitas ke sawah, korban sehari-harinya dikenal berprofesi sebagai tukang pijat panggilan.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Plupuh Iptu Mohamat Nur Arifin membenarkan peristiwa penemuan jenazah tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, keberadaan korban pertama kali dicurigai oleh tetangga sekitar yang merasa ganjil karena korban tidak terlihat keluar rumah selama sekitar dua hari.

"Biasanya korban keluar untuk bekerja ke sawah atau memijat. Saksi yang curiga kemudian mengecek rumah korban dan mencium bau menyengat dari dalam. Setelah pintu didobrak, korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk (tergantung)," ujar Kapolsek Plupuh, Iptu Mohamat Nur Arifin, Kamis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, aksi nekat korban diduga dipicu oleh depresi. Korban yang hidup sendirian setelah kedua orang tuanya meninggal dunia diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.

Menerima laporan dari warga, tim gabungan dari Polsek Plupuh, TNI, INAFIS Polres Sragen, perangkat desa, serta tim medis dari PSC 119 Sukowati dan Puskesmas Plupuh langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan asesmen.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen guna pemeriksaan visum et repertum bersama unsur terkait. Dari hasil pemeriksaan medis dan olah TKP oleh Tim INAFIS, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.

"Bekas luka yang ditemukan murni merupakan bekas jeratan di leher akibat tindakan gantung diri," ujar Kapolsek.

Setelah proses pemeriksaan medis selesai, jenazah korban diserahterimakan kepada pihak keluarga yang diwakili saudaranya untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman desa setempat pada Kamis siang. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....