Buruh Tandur di Plupuh Sragen Tewas Tersetrum Tiang Kabel Sumur Sible

  • 25 Jul 2026 16:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Musibah tragis menimpa seorang perempuan lanjut usia di Kabupaten Sragen, Sabtu 25 Juli 2026 pagi. Korban berinisial S (82), seorang buruh tandur asal Dukuh Bandung Bangsren RT 015, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat beraktivitas di area persawahan.

Berbeda dari kasus-kasus kecelakaan sengatan listrik di persawahan yang umumnya disebabkan oleh jebakan tikus, peristiwa naas kali ini dipicu oleh kebocoran arus pada tiang kabel sumur submersible (sibel) atau pompa air pengairan sawah.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kecelakaan kerja di sawah ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lahan pertanian milik (W) salah satu warga Dukuh Gedangan RT 008, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa berawal saat korban bersama sembilan buruh tani lainnya tiba di lokasi sawah sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka bekerja menanam bibit padi (tandur) di sawah milik W.

Sekitar pukul 08.00 WIB, pemilik sawah mendatangi lokasi untuk mengantarkan sarapan pagi bagi para pekerja. Usai pemilik sawah meninggalkan lokasi, korban bersama rekan-rekan sesama buruh tani beristirahat di pematang sawah (galengan) untuk menyantap makanan.

Saat beristirahat, korban duduk persis di dekat tiang saklar pompa air sibel yang terbuat dari pipa besi. Petaka terjadi beberapa menit kemudian ketika sesi istirahat usai.

Saat berdiri dan bersiap hendak kembali ke tengah sawah untuk melanjutkan menanam padi, tangan kiri korban secara tidak sengaja memegang tiang pipa besi saklar sibel tersebut sebagai tumpuan.

Seketika itu juga, korban tersengat arus listrik bertegangan tinggi yang mengalir pada tiang besi.

"Tubuh korban langsung kejang dan kepalanya roboh mengenai box saklar besi yang menempel di tiang," ucap Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dalam laporan resmi kepolisian yang diterima rri.co.id Sabtu 25 Juli siang.

Melihat kejadian tersebut, salah seorang rekan kerja korban Siti Tatmirotul Wahidah (51), bergegas berlari menuju saklar induk pada spedometer listrik untuk memutus aliran arus. Sementara yang lainnya, Wagiyem (61) dan Satini (61), berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Setelah aliran listrik berhasil dipadamkan, korban yang sudah tidak berdaya langsung terkulai ke tanah. Diduga kuat korban meninggal dunia secara instan di lokasi kejadian.

Mendapat laporan dari Kepala Desa Gentanbanaran, Susilo (58), jajaran Polsek Plupuh bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tim medis dari Puskesmas Plupuh 1 langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan rumah duka.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Tim Inafis dan tim Puskesmas Plupuh 1, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, petugas menemukan luka bakar bekas sengatan listrik pada beberapa bagian tubuh, di antaranya, luka bakar pada bagian lengan bawah kiri, dan luka bakar pada bagian telapak tangan kiri.

"Penyebab kebocoran arus listrik diduga kuat berasal dari sambungan kabel aliran listrik pompa submersible milik W yang terkelupas akibat lapisan isolasinya yang sudah lapuk atau aus," kata Kapolres menjelaskan.

Kabel yang terkelupas tersebut menempel langsung pada tiang saklar pipa besi, sehingga mengelektrifikasi seluruh struktur tiang besi penopang saklar.

Atas musibah ini, pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni akibat kecelakaan kerja dan menolak untuk dilakukan proses otopsi lanjutan. Jenazah S telah diserahterimakan kembali kepada pihak keluarga untuk dilangsungkan proses pemakaman.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat petani di wilayah Kabupaten Sragen untuk senantiasa mengecek secara berkala instalasi listrik pada sumur-sumur submersible atau pompa pengairan sawah mereka. Penggunaan kabel yang lapuk, tidak standar, atau tanpa pelindung tambahan di area basah persawahan berpotensi besar memicu bahaya tersengat listrik yang fatal bagi keselamatan jiwa," pinta AKBP Dewiana Syamsu Indyasari. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....