Lagi-Lagi Terjadi di Sragen, Seorang Petani Ditemukan Tewas di Lahan Pertanian
- 17 Jul 2026 19:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kasus kematian petani di lahan pertanian kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sragen. Kali ini, warga Dukuh Jengglong, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, digemparkan dengan penemuan jasad seorang petani paruh baya yang tergeletak tak bernyawa di area perkebunan jagung pada Kamis 16 Juli 2026 sore.
Korban diketahui bernama Surojoyo Sukiman (65) warga Dukuh Jengglong RT 01, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri dalam kondisi sudah kaku. Ditemukan luka melepuh pada lengan kiri dan betis kaki kiri korban. Kini kasusnya dalam penanganan Kepolisian.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Peristiwa ini bermula ketika korban melakukan aktivitas pertanian seperti biasa sejak siang hari.
"Sekira pukul 11.00 WIB, korban sempat pulang ke rumah setelah mengairi sawah jagungnya menggunakan mesin diesel sedot air. Kemudian pada pukul 12.00 WIB, korban kembali ke sawah untuk melanjutkan pekerjaannya," kata AKP Sudarmaji dalam keterangan resminya, Jumat 17 Juli.
Petaka mulai terungkap sekira pukul 16.00 WIB. Saksi pertama, Karmin Parto Setio (52), yang saat itu sedang menggarap sawah tepat di sebelah lahan korban, melihat ada sesosok tubuh tergeletak dengan posisi telungkup di tengah kebun jagung.
Melihat hal tersebut, Karmin langsung bergegas mendekat. Ia terkejut setelah mendapati bahwa sosok yang tergeletak tersebut adalah kakak kandungnya sendiri, Surojoyo. Saat diperiksa, tubuh korban sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa.
Spontan, Karmin berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Saksi lain bernama Bambang Sutrisno (55) yang mendengar teriakan tersebut langsung datang membantu mengevakuasi tubuh korban ke jalan sawah yang lebih longgar. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh pelapor bernama Kumedi (50) ke Polsek Sumberlawang sekira pukul 16.30 WIB.
Menerima laporan tersebut, jajaran Polsek Sumberlawang bersama tim Inafis Polres Sragen dan tim medis dari Puskesmas Sumberlawang langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa jenazah korban.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu batang sambungan paralon warna putih sepanjang 15 cm. Selain itu ditemukan satu buah selang plastik bening transparan untuk pengairan sawah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dipimpin oleh dr. Rudi dari Puskesmas Sumberlawang bersama Tim Inafis Polres Sragen, diperoleh kesimpulan sementara mengenai penyebab kematian korban.
"Diduga kuat korban meninggal dunia akibat serangan sakit jantung. Waktu Kematian Korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 3 jam sebelum akhirnya ditemukan oleh saksi. Ditemukan luka melepuh pada lengan kiri dan betis kaki kiri korban akibat paparan terik matahari yang menyengat," kata Sudarmaji menjelaskan.
Polisi memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. "Dari hasil keterangan keluarga dan warga sekitar (pulbaket), sebelum pergi ke sawah korban memang sempat berobat dan mengeluhkan sakit masuk angin," ujar AKP Sudarmaji.
Setelah proses pemeriksaan medis selesai dilakukan, petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga agar dapat segera dimakamkan secara layak. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....