Ironi Miskin Ekstrem di Sragen, Tak Tersentuh Bantuan, Rumah Warga Mondokan Roboh

  • 13 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Potret memprihatinkan kembali mencoreng upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sragen. Sebuah rumah kayu milik warga kurang mampu di Dukuh Bendorejo RT 15, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, roboh rata dengan tanah pada Jumat 10 Juli 2026 siang.

Rumah tersebut ambruk murni karena kondisi bangunannya yang sudah lapuk dimakan usia. Diduga kuat belum pernah tersentuh program bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.

Kejadian ini sekira pukul 12.00 WIB ini menimpa Jaman (64), seorang warga yang sehari-hari bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Kapolsek Mondokan, Iptu Irfan Marvianto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa insiden terjadi saat korban baru saja pulang dari bekerja di kebun dan hendak bersiap melaksanakan ibadah salat Jumat.

"Korban baru saja sampai di halaman rumah. Tiba-tiba bangunan rumah berukuran 10 x 8 meter yang dindingnya masih terbuat dari anyaman bambu dan beratap bambu itu langsung roboh seketika," ucap Iptu Irfan Marvianto saat dikonfirmasi Senin 13 Juli 2026.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak Polsek Mondokan, penyebab utama robohnya rumah tersebut adalah kondisi struktural kayu dan bambu penopang yang sudah sangat lapuk.

Korban sebenarnya sudah mengetahui kondisi rumahnya yang condong ke kiri sejak dua minggu terakhir dan berencana memperbaikinya secara swadaya bersama warga pada hari Sabtu 11 Juli 2026. Namun naas, struktur bangunan tidak mampu bertahan lebih lama.

Kondisi Jaman tergolong memprihatinkan dan masuk ke dalam kategori miskin ekstrem. Di rumah tersebut, ia tinggal bersama anaknya, Supanto, yang diketahui mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Saat ini, Jaman dan anaknya terpaksa menumpang sementara di rumah Sofyan, anak kandungnya yang lain.

Hingga berita ini diturunkan, bantuan formal dari pemerintah daerah setempat baik tingkat desa maupun kabupaten dilaporkan belum mengalir ke lokasi. Pihak kepolisian bersama warga sekitar telah bergerak cepat melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing reruntuhan.

Iptu Irfan Marvianto menambahkan bahwa pihak Polsek Mondokan telah melakukan langkah koordinasi secara cepat dengan instansi-instansi terkait agar korban segera mendapatkan penanganan yang layak.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Sragen. Berdasarkan informasi dari Kaur Kesra Kecamatan Mondokan, laporan kejadian ini juga sudah diteruskan ke pimpinan tingkat atas dan Dinas Sosial serta Baznas. Kami berharap tindak lanjut dan bantuan fisik untuk pembangunan kembali rumah Pak Jaman bisa segera diturunkan," ujar Kapolsek Mondokan.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Sragen dalam menyisir warga miskin ekstrem yang selama ini luput dari peta bantuan sosial maupun program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....