Atap MTs Muhammadiyah 4 Roboh, Komisi IV DPRD Sragen Segera Panggil Sekolah-Kemenag
- 12 Mei 2026 13:10 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Insiden ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, memicu reaksi keras dari jajaran legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyayangkan kejadian yang mengakibatkan tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka tersebut.
Politisi senior dari PDI Perjuangan ini menilai ada unsur kecerobohan dan ketidaktelitian pihak yayasan sekolah dalam memantau kelayakan infrastruktur bangunan. Terlebih, peristiwa nahas itu terjadi tepat saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung.
"Kejadian ini menunjukkan kepala sekolah kurang teliti. Seharusnya bisa mengukur umur bangunan, kapan harus direnovasi itu harus jeli. Karena robohnya saat jam pelajaran dan ada korban, ini bentuk kecerobohan dalam mengawasi kondisi bangunan sekolah," ujar Sugiyamto saat dikonfirmasi di DPRD Sragen, Selasa 12 Mei 2026.
Sebagai langkah tegas, Komisi IV DPRD Sragen menjadwalkan pemanggilan terhadap Yayasan, Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen pada Rabu besok. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Sugiyamto menegaskan bahwa verifikasi menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah, baik negeri maupun swasta di bawah naungan Kemenag dan Dinas Pendidikan, harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Kita panggil besok untuk verifikasi menyeluruh. Kita tidak ingin siswa merasa was-was atau dihantui rasa takut saat belajar. Kejadian sekolah roboh ini sudah pernah terjadi sebelumnya, harus ada penanganan cepat," ucap dia.
Menanggapi alasan pihak sekolah terkait kendala anggaran dan keterbatasan bantuan karena jumlah siswa, Sugiyamto menekankan pentingnya validasi data sekolah yang masuk kategori rusak berat. Ia pun mendorong pemerintah pusat untuk lebih peka terhadap kebutuhan anggaran infrastruktur pendidikan di daerah.
"Data sekolah yang sudah tua harus segera diverifikasi ulang. Pemerintah pusat harus menengok bahwa anggaran kita memang masih kurang untuk urusan ini. Bantuan pusat sangat kita harapkan agar anggaran mendesak seperti renovasi ruang kelas bisa segera direalisasikan," katanya.
Sebelumnya dikabarkan, atap kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu tiba-tiba ambruk dan menimpa penghuni kelas. Tercatat delapan orang menjadi korban, terdiri dari tujuh siswa dan satu tenaga pengajar yang langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....